Rabu, 11 Februari 2009

KATA MEREKA





Dra Hj Fatimah Adam 
(Ketua Pengurus Daerah Pemuda Panca Marga Kalsel/ Pendidik)

 Hafal Lagunya di Luar Kepala 

 Saya sangat sangat suka dengan Titiek Puspa. Sejak masa sekolah terutama ketika SMA, kalau ada kesempatan menyanyi, saya pasti membawakan lagu beliau.
Apalagi keluarga saya menyukai seni sehingga kami memiliki koleksi album Titiek Puspa yang cukup lengkap.
Sampai sekarang pun kalau ada acara saya selalu menyanyikan lagi Titiek Puspa, saya hafal diluar kepala lho.
Misalnya Bing, Kupu-Kupu Malam dan sebagainya. Saya turut bangga memiliki seniman sekaliber beliau. Sebagai seniman, beliau mampu menuangkan sisi kehidupan nelalui lagu-lagu yang menyentuh.
Sebagia idola, beliau wanita luar biasa dan mau berbagi ilmu dengan cara mengkader penerusnya. Dengan demikian, tentu saja beliau memiliki sifat merakyat, peka terhadap segala hal yang menyangkut kehidupan ini.
Sebagai wanita, beliau luar biasa, tidak merasa bersaing dengan seniman lainnya. Mudah-mudahan semakin banyak seniman terutama yang perempuan yang mampu berkiprah dan melegenda seperti Titiek Puspa. 
tya

Diterbitkan 12-02-2009

http://wartaputradayak.blogspot.com/

Patut jadi Teladan Kaum Perempuan



Lili Irianti Mala SH
(Pekerja Media/Caleg Partai Golkar)

Titiek Puspa memang legenda. Perempuan siapa yang tidak ingin seperti dirinya. Saya melihatnya di usia senja, 71 tahun, beliau tetap bisa menyuguhkan penampilan terbaik dan tetap cantik. Perilaku santun, torehan prestasi gemilang menjadikan ia patut jadi panutan khususnya kaum perempuan.
Di saat emansipasi perempuan atau era persamaan gender masih belum gencar digaungkan, Titiek Puspa dengan karya-karya emasnya seperti Bing, Gang Kelinci, Kupu-Kupu Malam, Bimbi dllnya sudah menunjukkan eksistensinya sebagai kaum perempuan yang memiliki prestasi yang tak bisa dianggap enteng.Bahkan beliau hingga saat ini tetap merupakan diva dari diva artis penyanyi di Indonesia, dengan segala aktivitasnya baik sebagai penyanyi,pencipta lagu hingga artis film 
 Perempuan Indonesia atau kaum ibu harus dorong untuk lebih sadar atas hal-hak mereka untuk mendapatkan persamaan hal dalam berbagai lingkup kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Lagu-lagu beliau selain Bing yang paling saya sukai juga Kupu Kupu malam baik lirik dan musiknya sangat menyentuh, tentang perjuangan seorang wanita malam yang mesti berjuang untuk menghidupi keluarganya. Dengan lagu itu jadi cerminan kita sebagai kaum perempuan untuk terus maju dan karya 
mr’s

Diterbitkan 12-02-2009

http://wartaputradayak.blogspot.com/

Sangat Pantas Disebut Legenda


HM Karno 
(Anggota DPRD Kalsel/Caleg Partai Golkar )

Jika ditelisik, sebenarnya tidak terlalu banyak musisi Indonesia yang layak disebut legenda. Mungkin karya-karyanya bagus, tapi untuk bisa disebut legenda, di Indonesia masih bisa dihitung jari tangan. 
Tapi untuk disebut sebagai legenda, Titik Puspa masih sangat pantas.
Mbak Titiek yang sudah menembus usia 71 tahun bagi saya tergolong musisi yang tahan banting. Di era apapun, perempuan ayu ini bisa menyodorkan lagu-lagunya yang tetap enak dinikmati di masa kekinian. Perjalanan keseniannya pun tak berhenti sampai sekarang. Sementara musisi-musisi muda bermunculan, nama beliau tak begitu saja menghilang dari telinga para penggemarnya. Saya saja selalu nonton penampilannya baik itu di Banjarmasin ataupun di Jakarta ataupun di televisi . Dari seluruh lagu-lagu beliau yang paling saya senangi, terus terang lagu Bing memang paling saya senangi, baik irama dan liriknya sangat menyentuh. Beliau mampu mengekspresikan duka cita mendalam saat meninggalnya seniman besar sekaligus sahabatnya Bing Slamet melalui sebuah lagu.Kita doakan semoga Mbak Titiek semoga panjang umur
mr’s

Diterbitkan 12-02-2009

http://wartaputradayak.blogspot.com/

JADUL

Atas : Wiwiek Abidin di-tunggu-tunggu oleh masyarakat Banjarmasin

Tengah : Siti Rochani , penyanyi lagu2 Melayu yang taka sing lagi disana

Bawah : Lies Saodah sempat berkenalan dengan cowoq Kalsel 
 
O.M. PANCARAN MUDA & WIWIEK ABIDIN MENGHIBUR MASYARAKAT BANJARMASIN


PERTUNJUKAN musik yang dimeriahkan O.M. Pancaran Muda pimpinan Zakaria dengan penyanyi Wiwiek Abidin, Lies Saodah, Mansyur S, Dedy RM dan Salim ini di prakarsai oleh KONI Kalsel dalam rangka mencari biaya untuk memperbaiki Stadion 17 Mei, Banjarmasin.
 Bioskop Dewi malam itu cukup dipadati publik, meskipun harga karcis mahal: masing-masing Rp.2.000,- dan Rp. 1.000,-. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang terpaksa membeli karcis melalui calo, berhubung calo-calo ini tidak segan-segan memborong karcis.
 Biduan Deddy RM mendapat kesempatan tampil pertama dengan lagu “Hidup Untuk Cinta” dan “Harapan Hampa”. Stage-action-nya boleh juga; ngajak joget segala! Lies Saodah menyanyikan lagu “Kau Pergi Tanpa Pesan” dan “Kehancuran Cinta”. Gayanya mengundang tepuk sorak penonton. Pantas saja karena dia orang film. Mansyur S. dan Wiwiek Abidin terbilang penyanyi beken untuk lagu-lagu berirama Melayu. Mereka a.l. membawakan “Pengharapan”,”Gadis atau Janda”,”Boneka baru” dan “Seminggu da Malaysia”.
 Tampil Salim memegang mic membuat situasi tambah riuh oleh ledakan tawa hadirin. Dagelannya mengena di hati. Benar-benar kocak. Setelah acara beruntun dari bintang-bintang tamu, acara dilanjutkan dengan mengetengahkan juara-juara lagu-lagu Melayu 1974 Kalsel, a.l. Noutbatsyah, Siti Rochani dan Parman Andrias. Karena semua artis menyuguhkan lagu-lagu yang akrab sekali dengan penonton : ada yang senandung dan ada pula yang berirama joget, maka tidak jarang penonton dibuat latah; ikut-ikut naik kepentas untuk jingkrak-jingkrak berjoget dan goyang pinggul.
 Demikianlah pertunjukkan berlangsung dengan sukses. “Saya ketawa sampai keluar air mata, karena lucu dan dangdut!” kata Tante Rusmini, salah seorang hadirin memberikan komentar. (Hasby/Guntur)***

 
Sumber : Majalah Varia Nada Edisi181 Tahun 1974

Diterbitkan 12-02-2009
http://wartaputradayak.blogspot.com/

Senin, 09 Februari 2009

Disiplin Antarkan Hj Kemah Umroh Gratis

102 Karyawan PDAM Donor Darah

DISIPLIN membayar rekening air bersih pada tanggal 1 – 5 awal bulan, tidak pernah menunggak atau bermasalah dalam kasus pencurian air, mengantarkan Hj Kemah warga Jl Banyiur Luar No 9 RT 10 Kecamatan Banjarmasin Barat -- meraih ibadah umroh gratis dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.

Hj Kemah, salah satu dari 1.180 pelanggan teladan yang terpilih mengikuti undian dari 115.000 pelanggan air bersih PDAM Bandarmasih yang dilaksanakan Selasa (10/2) pagi, di ruang Direksi PDAM Bandarmasih. 
Selain Hj Kemah, mereka yang beruntung lainnya yakni Yuliana, warga Jl Rantauan Darat Gg Mufakat No 35 RT 1 Kecamatan Banjarmasin Selatan yang meraih satu sepeda motor Suzuki Spin , Abdullah warga Jl Veteran Simp 7 No 6 RT 29 Banjarmasin Timur meraih TV 29 inch.
Kemudian Siti Raudah Jl Bandarmasih Komp DPR Gg II No 23 B Rt 23 Banjarmasin Barat meraih kulkas, Sudiman Jl Veteran Gg Baru Ujung RT 32 No 32 Banjarmasin Timur meraih mesin cuci.  
Serta Norsyahlan warga Jl AKT Dalam Komp Buana Permai No 23 RT 26 Banjarmasin Utara yang beruntung meraih TV 21 Inch 
Selain itu, 19 pelanggan teladan lainnya dinyatakan berhak mendapat hadiah gratis pembayaran rekening air selama enam bulan berturut-turut, terhitung bulan Maret 2008.
"Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa terimakasih kami dari PDAM kepada pelanggan yang telah dengan setia membayar tagihan rekening air tepat waktu. Terus terang, PDAM sangat terbantu dengan sikap arif para pelanggan ini, PDAM jadi memiliki cashflow untuk pembiayaan kegiatan-kegiatannya," ungkap Dirut PDAM Bandarmasih Drs H Zainal Arifin MSi, didampingi Dirtek, Ir H Muslih, Bagian Humas HA Taufiq dan Sumardji usai undian yang juga disaksikan wartawan .
Menurut Zainal khusus enam pemenang undian dari hadiah ke enam s/d utama, hadiah akan diserahkan langsung Walikota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni di Aula PDAM Bandarmasih pada 17 Februari atau puncak HUT ke 36 PDAM Bandarmasih 
Undian pelanggan teladan sendiri merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan HUT PDAM Bandarmasih selama 36 tahun melayani air bersih di Banjarmasin. Sebelumnya sebagai bagian rangkaian HUT, selama sebulan mulai 2 Februari, PDAM memberikan layanan balik nama pelanggan secara gratis dan cuma-sama. 
Selain itu, PDAM juga memberikan potongan (diskon) hingga 25 persen bagi calon pelanggan pemasang baru 
Sementara itu,Masih dalam kegiatan rangkaian HUT, sama seperti tahun sebelumnya, sebagai bagian dari pelayanan sosial, karyawan PDAM Bandarmasih juga melakukan aksi donor darah. 
Tercatar 102 karyawan yang berpartisipasi menyumbangkan darahnya. 
mr’s
http://wartaputradayak.blogspot.com/
Diterbitkan 11-02-2009

Minggu, 08 Februari 2009

Jangan Kucilkan Eks Penderita Kusta

 27 Orang Telah Pulih
Banjarmasin, BARITO
Ketakutan banyak warga dengan adanya penyakit kusta, memang tidak terlalu berlebihan, namun eks penderita kusta ini yang telah dinyatakan pulih, tidak perlu ditakuti, dijauhi, atau dikucilkan.
Sebab menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Rosally Gunawan, penderita yang telah dinyatakan sembuh, tidak akan menularkan penyekitnya kepada orang lain.
Hingga tahun 2008 lalu, berdasarkan data yang ada pada pihak Dinas Kesehatan, di Banjarmasin para eks penderita Kusta berjumlah sebanyak 27 orang, dan sebagian di antara mereka telah dinyatakan sembuh total, sementara sebagian lainnya masih dalam proses penyembuhan.
Meski mereka telah dinyatakan pulih, mereka tetap diminta untuk tetap melakukan pengecekan ke puskesmas terdekat, sedangkan mereka yang masih dalam tahap proses penyembuhan, setiap minggunya diharuskan untuk memeriksakan diri ke puskesmas dan mengambil obat yang telah disediakan.
“Obat-obatan yang diberikan kepada para penderita kusta yang berobat ke puskesmas ini, kami berikan secara cuma-cuma,” ujar Rosally.
Diharapkan, para penderita ini, selalu aktif melakukan pemeriksaan diri ke Puskeksmas, hingga proses penyembuhan bisa dilakukan dan bisa lebih cepat untuk ditangani.
Kemudian, untuk warga masyarakat yang berdekatan atau berada satu wilayah dengan para penderita atau mereka yang telah sembuh, bisa kiranya tidak berpandangan negative, terutama dengan mereka yang telah sembuh, sebab jika mereka tidak diterima oleh masyarakat sekitar, maka itu akan semakin menambah beban mental mereka.

“Masyarakat harus memperlakukan mereka secara wajar, sebagaiman warga lainnya, dengan demikian mereka bisa merasa nyaman hidup bermasyarakat,” imbuhnya.Selain itu pula, dihimbau kepada para mantan penderita kusta, tidak perlu malu dan menjadikan penyakit ini sebagai aib, mereka harus bisa membuka diri serta harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dengan baik.

M-01/mr's

DITERBITKAN 09-02-2009 

  
http://wartaputradayak.blogspot.com/

Hari Ini, Truk Jika Melanggar Langsung Ditilang

DILARANG : Untuk memberikan rasa nyaman bagi para pengguna jalan terutama di jam-jam sibuk pemko hari ini mulai memberlakukan larangan truk masuk kota pada jam-jam tertentu (Foto/Brt).
Banjarmasin, BARITO
Setelah melalui proses panjang, mulai dari sosialisasi, uji coba pemberlakuan, evaluasi, hingga penandatanganan surat keputusan, akhirnya Surat Keputusan Walikota yang mengatur tentang ketentuan jam operasional mobil barang (truk dan trailerr) dalam wilayah Kota Banjarmasin, hari ini resmi diberlakukan.
Pemberlakuan SK Walikota Nomor 12 tahun 2009 ini, diberlakukan aktif dalam rangka upaya pihak Pemerintah Kota, untuk memberikan rasa nyaman bagi para pengguna jalan terutama di jam-jam sibuk.
Kepala Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Kota Banjarmasin Rusdiansyah kepada wartawan mengatakan, larangan masuk kota bagi truk besar atau trailer ini, di mulai dari pukul 06.30 pagi hingga 19.30 malam, dan dimulai dari kawasan Jalan A Yani batas kota, Hassan Basry (batas kota atau jembatan Sungai Awang), Jalan Veteran (batas kota Sungai Gardu), jalan Sutoyo S pertigaan PHB, dan jalan Sutoyo S perempatan Pelambuan.
Khusus untuk angkutan truk sedang lokasi sama, masih diperbolehkan melintas, hanya saja berlaku setelah pukul 09.00 pagi, kecuali di Jalan A Yani dan pada pukul 15.00 hingga 18.00..
Sebelum aturan ini diberlakukan, menurut Rusdi, pihaknya telah memasang rambu-rambu peringatan di lima titik batas kota atau pintu masuk kota Banjarmasin.
Dalam pemberlakuan secara aktif ini, pihak Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi serta Satuan Polisi Lalu Lintas Poltabes Banjarmasin, bersama-sama menurunkan petugas, guna mengawasi dan mensukseskan pemberlakuan aturan ini, dan para petugas gabungan ini akan ditempatkan di titik-titik pintu masuk kota.
Saat dipemberlakuan, jika di lapangan ditemukan adanya pelanggaran oleh para pengemudi, maka pihak terkait, dalam hal ini kepolisian akan langsung melakukan penilangan.
Sebelumnya Walikota Banjarmasin H A Yudhi wahyuni mengatakan, dibuatnya aturan ini adalah untuk kepentingan bersama, dan ia berharap tidak ada salah satu pihak, baik atas nama pengusaha atau sopir angkutan yang merasa dirugikan, karena walau bagaimanapun dispensasi juga tetap diberikan, aturan sendiri dibuat karena Kota Banjarmasin saat ini, memang belum mempunyai aturan yang jelas.
Dengan aturan ini diharapkan, kemacetan arus lalu lintas dalam wilayah Kota Banjarmasin bisa di minimalisir.M-01/mr’s  

Diterbitkan 09-02-2009

http://wartaputradayak.blogspot.com