Kamis, 24 Juli 2008

Melongok Kampung Bersih di Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya (2)

Kuncinya Kekompakan dan Konsistensi Warga

PREDIKAT kota terkotor nomor dua untuk kategori kota besar memang cukup mengagetkan, meski Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni dan H Alwi Sahlan telah bekerja keras untuk mewujudkan Banjarmasin yang bersih dan bebas dari sampah. Setiap warga manapun, termasuk warga Banjarmasin, tentu menginginkan lingkungan tempat tinggalnya yang bersih, asri, sehat dan tentu saja nyaman . Untuk mewujudkan itu, mungkin tak ada salahnya kita mencoba meniru kiat dari warga Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya, yang menjadi Juara Kampung Bersih (Green n Clean) 2006 baru-baru ini

Oleh : Mercurius
Pada tulisan bagian pertama, disebutkan, keindahan anggrek yang menjadi salah satu maskot atau ikon kampung yang memiliki 118 Kepala Keluarga (KK) itulah, sehingga mampu meraih Juara Kampung Bersih (Surabaya Green and Clean 2006) . Lantas,apakah hanya itu saja, membuat kampung anggrek terpilih sebagai juara? Tentu saja tanpa didukung lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah, tak mungkin gelar itu diraih. Kampung Anggrek sendiri cukup luas, dengan panjang jalan sekitar 370 meter dan lebar 6 meter. Perlu tenaga ekstra untukmenjaga kebersihan dan perawatan kampung.”Namun itu bukan masalah lagi karena kesadaran warga tentang kebersihan sudah terbentuk sejak lama” beber Koordinator Seksi Lingkungan Hidup, Kampung Anggrek Kertajaya IV C RT 07/RW 13. Gatot Sumianto. Sekadar diketahui, pengurus PKK Kampung Anggrek, selain dilengkapi kelompok Dasa Wisma, juga dilengkapi 8 kader lingkungan serta 1 juru pengamat jentik (jumantik). Soal pengelolaan sampah, warga disana sudah memilah dan mengolah sampah (daur ulang) menjadi kompos. Untuk setiap 10 KK, disediakan satu drum besar untuk komposter aeorob untuk rumah tangga (pendaur ulang sampah) melalui bimbingan para kader-kader lingkungan yang merupakan ujung tombak dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Namun tambah Ketua RT, Budiman, terlepas dari semua itu, kunci yang paling embuat kampung mereka meraih poin tertinggi adalah kekompakan dan konsistensi warga untuk mewujudkan kampung yang bersih dan hijau. Maksudnya, yang menjaga kebersihan tidak hanya para ibu atau bapak saja. Anak-nakanpun ikut mewujdukan kampung yang green and clean (hijau dan bersih). Kedepan, beber Budiman, Kampung Anggrek ini diproyeksikan menjadi kampung wisata, dengan mengandalkan, anggrek sebagai ikon. Alasannya, anggrek sangat sulit dikembangkan di iklim Kota Surabaya yang panas.
Berkaca dari, Kampung Anggrek Kertajaya IV C RT 7/RW 03, jika dikaitkan dengan tekad Walikota Banjarmasin H A Yudhi Wahyuni yang ingin meraih Adipura 2007 mendatang, tentu sebuh tekad yang bisa diwujudkan. Tentu saja melalui kekompakan dan konsistensi warga yang sadar bahwa kebersihan adalah sebagian daripada iman ! Karena itu marikita wujudkan Banjarmasin yang bersih, sehat dan asri. Semoga
*****


10-07-2006

Melongok Kampung Bersih di Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya (1)

Kawasan Asri Sehat dengan Ikon Anggrek
PREDIKAT kota terkotor nomor dua untuk kategori kota besar memang cukup mengagetkan, meski Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni dan H Alwi Sahlan telah bekerja keras untuk mewujudkan Banjarmasin yang bersih dan bebas dari sampah.
Setiap warga manapun, termasuk warga Banjarmasin, tentu menginginkan lingkungan tempat tinggalnya yang bersih, asri, sehat dan tentu saja nyaman . Untuk mewujudkan itu, mungkin tak ada salahnya kita mencoba meniru kiat dari warga Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya, yang menjadi Juara Kampung Bersih (Green n Clean) 2006 baru-baru ini

Mercurius, Banjarmasin

Saat akan memasuki kampung Kertajaya IV C RT 07/RW 13, Kecamatan Gubeng, Surabaya (Jawa Timur), sejauh mata memandang, terhampar pemandangan rumah warga yang selalu berhiaskan tanaman anggrek berwarna-warni, dari mulai saat anda memasuki pintu gerbang hingga sudut-sudut rumah warga manapun di kampung yang dijuluki kampung anggrek itu.
Ya! Keindahan anggrek itulah yang menjadi salah satu maskot atau ikon kampung yang memiliki 118 Kepala Keluarga (KK) itu, sehingga mampu meraih Juara Kampung Bersih (Surabaya Green and Clean 2006) yang diumumkan pada 20 April lalu, setelah pada tahun sebelumnya, atau tahun 2005, kampung ini hanya berhasil menempati urutan kedua.
Menurut Ketua RT 07 /RW 13 Kampung Kertajaya IV C, Budiman, kebiasaan menanam anggrek di kampungnya berawal dari hobi dari salah seorang warga, Hj Moertini Sucipto, pada tahun 1990, yang menularkannya kepada warga lainnya, yakni Yatna Gatta. Kemudian, setelah tanaman anggreknya berhasil tumbuh, wanita yang kini menjadi Penasihat Pengurus PKK Kampung Anggrek Kertajaya ini, menanam anggrek di kedua mulut kampung itu.”Nah, keindahan anggrek itu akhirnya memacu warga lainnya untuk turut menanam anggrek di rumah nya masing-masing,” beber Budiman.
Agar kebiasaan menanam anggrek ini tetap lestari di kampung yang jumlah penduduknya saat ini berjumlah 323 jiwa ini, menurut Budiman, ada kiat-kiat yang dilakukan. Di antaranya, menggali kesadaran masyarakat, misalnya di setiap rumah minimal harus ada dua tanaman anggrek. Dan salah satu kiat utamanya, setiap warga yang mengurus KTP atau KK, diwajibkan membawa satu tanaman anggrek atau toga, melalui pengurus 5 (lima) Dasa Wisma RT 07 Kampung Anggrek Kertajaya, yang nama dasawismanya diambil dari nama-nama buah itu.
“Tanaman itu kemudian dikembalikan lagi ke kampung, di rumah warga mana atau sudut perumahan yang perlu ditanami lagi anggrek.” beber Budiman, yang dibenarkan, Ketua PKK Kampung Anggrek Kertajaya, Ny Neneng Budiman, didampingi beberapa pengurus lainnya, termasuk Koordinator Seksi Lingkungan Hidup, RT 07, Gatot Sumianto, kepada beberapa wartawan Banjarmasin, termasuk wartawan Barito Post yang berkunjung ke kampung itu, Senin (3/7) baru-baru tadi.
Dan untuk kiat itu, mereka memiliki slogan, yang namanya Sajisapo, Satu Jiwa Satu Pohon
Bersambung…

10-07-2006

Lapsus BCMP





PT BCMP dan Kiprahnya Membangun Kotabaru

Serap 3.000 Tenaga Kerja Lokal

TEPAT pada Minggu 1 Juni 2008 , Kabupaten Kotabaru berusia 58.tahun
Tentu saja selama lebih dari setengah abad sejak kabupaten ini berdiri, pembangunan di daerah paling ujung di Provinisi Kalimantan Selatan (Kalsel ) ini sangat pesat , terutama selama kurun waktu delapan tahun semasa kepemimpinan Bupati H Sjachrani Mataja yang dipercaya rakyat Bumi Saijaan ini untuk memimpin kabupaten ini untuk kedua kalinya periode 2005-2010
Nah, jika menyebut suatu kemajuan di Kotabaru, sudah pasti suka atau tak suka, atau mau tak mau nama PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP ) Group tak lepas mengiringi kemajuan itu.
Berikut laporan khusus PT BCMP dan Kiprahnya Membangun Kotabaru
Ya, bagi warga Kabupaten Kotabaru, sejak mulai beroperasi dan menanamkan investasinya di bidang pertambangan batu bara tepatnya 6 Desember 1995, nama PT BCMP tentu bukanlah asing bagi mereka
Dan selama dasawarsa PT BCMP memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan daerah, membuat mata dunia pun tertuju ke sebuah desa dimana perusahaan yang dipimpin Amir H Nasrudin ini berkiprah.
Bagaimana tidak, dari Desa Serongga yang kini telah dimekarkan menjadi kecamatan inilah PT BCMP kini memposisikan dirinya di urutan 61 perusahaan pertambangan batu-bara dunia.
Sejak PT BCMP menggali potensi desa atau kini kecamatan yang memiliki kekayaan sumber daya alamnya (SDA) batu-bara yang luar biasa ini, kemajuan dan kemakmuran sangat luar biasa dirasakan oleh warga . Boleh jadi Kecamatan Serongga kalau mau disebut kini merupakan penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi bagi Kabupaten Kotabaru kalau tidak disebut tertinggi dari kecamatan - kecamatan yang ada di Provinsi Kalsel.
Dan jangan tanya bagaimana tingkat kemakmuran warga desanya. PT BCMP yang diinakhodai putra daerah Kotabaru Amir H Nasrudin memang sangat memegang falsafah dimana bumi di dipijak disitu langit dijunjung . Hampir rata-rata warga Serongga memiliki kendaraan roda empat atau minimal kendaraan roda dua . Sudah pasti kemakmuran ini tak hanya dinikmati warga Serongga saja..
PT BCMP yang kini membawahi 12 anak perusahaan antara lain di bidang pertambangan batu-bara,, angkutan darat-laut, kontraktor minyak Pertamina, persewaan alat-alat berat hingga pertanian dan hasil laut ini menyerap 3000 tenaga kerja lokal dari seluruh penjuru Kabupaten kotabaru. .
Sekadar catatan, sebagian tenaga kerja yang direkrut dulunya rata-rata preman yang dengan rasa tanggung-jawab dan daya moral yang tinggi akan warganya dari sang Presiden direktur PT BCMP , Amir H Nasrudin untuk memberdayakan mereka dan berbuat terbaik bagi keluarga dan daerahnya
Tentu saja kesuksesan PT BCMP, bukankah sekadar bim salabim belaka. Tak ada kesuksesan bisa diraih tanpa kerja keras. Demikian pula yang dilakukan oleh seorang Amir H Nasrudin. Apalagi ditambah kondusifnya iklim investasi yang ditanamkan Bupati Kotabaru H Sjachrani Mataja. Sehingga wajar di usianya yang ke-58, kemajuan yang dicapai Kabupatan Kotabaru kini melesat bak anak panah yang meluncur dari busurnya
Mer’s


1000 KK Serongga Bakal Nikmati Listrik Gratis
*Investasi Rp1 Triliun Listrik Tenaga Turbin dengan Batu-bara
Jangan sekali-kali melupakan sejarah, demikian kata mantan Presiden RI , (alm) Ir Soekarno. Hal itupula yang dilakukan PT BCMP yang tentu saja tak akan melupakan sejarahnya sebagai bagian dari Kecamatan Serongga yang telah memberikan potensi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) batu-baranya nya untuk dilakukan eksploitasi .
Tak beda pula bagi warga Serongga yang bangga sejak hadirnya PT BCMP dengan sang nakhoda utama Amir H Nasrudin di daerah mereka.
Selain semakin berkembangnya wilayah mereka yang dibuktikan dengan dimekarkannya desa mereka menjadi sebuah kecamatan.
PT BCMP bakal menginvestasikan dananya secara besar-besaran di Desa Serongga yang menurut Presiden Direktur PT BCMP, Amir H Nasrudin diperkirakan akan menelan dana Rp1 triliun untuk proyek listrik tenaga turbin menggunakan batu-bara.
Kontrak kerja selama tiga bulan juga telah ditanda-tangani dengan PT Wijaya Karya gune mewujudkan proyek itu pada 2009 mendatang.
Dan jika ini terealisasi, warga Serongga yang selama ini kebutuhan listriknya hanya tergantung PLN dan terkadang hanya bisa dinikmati pada siang hari kini boleh bergembira.
Bagaimana tidak, proyek tenaga listrik yang uji coba pertamanya dilakukan di Serongga ini akan dinikmati 1000 KK setempat secara gratis. Dan proyek ini jika berhasil akan ditindak-lanjuti kerja-sama dengan pemerintah daerah dimana PT BCMP memposisikan diri sebagai pemasok listrik swasta 10 000 mega watt seperti halnya di Suralaya , Paiton , Tanjung Jati dan Cilacap “Semua ini kami persembahkan bagi warga Kotabaru pada umumnya dan Serongga khususnya” ungkap pria berjiwa sosial ini
Dan asal tahu, saat ini PT BCMP turut berperan menjawab krisis listrik di Indonesia selama ini khususnya di Pulau Jawa-Bali.
PT BCMP dipilih sebagai penyuplai batu-bara terbesar dengan komposisi 80% guna mengatasi krisis listrik di dua pulau di negeri ini. Ini membuktikan PT BCMP sebagai perusahaan lokal yang kiprah dan peranannya tak hanya sebatas Kabupaten Kotabaru namun secara nasional
Mer’s

Pembangunan Mesjid dan Langgar di Seluruh Kecamatan
Di tengah situasi sulit seperti ini, sangat wajar jika masyarakat mendekatkan diri pada sang pencipta. Tapi ternyata, para pengusaha yang notabene hidup berkecukupan juga tekun berupaya menemukan Tuhan. Seperti halnya sosok Presiden Direktur PT BCMP, Amir H Nasrudin yang selalu menyisihkan sebagian laba perusahaannya untuk amal dan ibadah . Apa yang dilakukan pria kelahiran 6 Desember 1965 ini bukan karena ingin gagahan-gagahan. Namun karena pengusaha muda ini memang mempunyai prinsip Berusaha Untuk Menambah Amal.
Karena itulah sejak kiprahnya di Kabupaten Kotabaru ini, sudah 70 mesjid dan langgar yang dibangunnya dan sebagian besar di Kecamatan Serongga.
Dan saat ini juga sedang dibangun masjid dan langgar di Kecamatan Pamukan Utara dan Pamukan Selatan”Saya targetkan 2010 PT BCMP bangun mesjid dan langgar di setiap kecamatan di Kotabaru” ucapnya
Menyebut nama Amir H Nasrudin, memang hampir tak ada warga Kotabaru yang tak mengenal sosok pria yang suka bercanda ini . Selain jiwa sosialnya di bidang keagamaan, perhatiannya terhadap generasi muda dan kesenian cukup besar . Buktinya dia rela mengeluarkan kocek yang cukup besar untuk membentuk grup musik dangdut Athena. Didukung sound system canggih yang didatangkan dari AS serta tata lighting 150 000 watt dan panggung raksasa, grup musik ini menjadi kebanggaan warga Kotabaru . Sudah berbagai artis dangdut yang didatangkan Amir guna menghibur warga Kotabaru.
Dan terakhir pada malam tahun baru dia berhasil memboyong Rhoma Irama dengan OM Sonetanya menggoyang puluhan ribu warga di Tepian Siring Kotabaru lengkap dengan pesta kembang api.
Oleh karena itulah wajar jika warga menggadang-gadang dirinya untuk maju mencalonkan dirinya sebagai Bupati Kotabaru periode 2010-2015, guna meneruskan keberhasilan pembangunan yang ditorehkan Bupati H Sjacrani Mataja yang sudah dua periode dipercaya rakyat memimpin daerah itu. Menjawab harapan warga itu, Amir Nasrudin mengakui meski itu keinginan warga, dia tentu harus berpikir selama lima hari.”Mungkin bagi orang lain itu anugerah, tapi tidak bagi saya! Apalagi sih yang saya cari,” tanyanya.
Meski demikian, jika desakan arus bawah tetap kuat mengusungnya untuk maju, Amir Nasrudin akan minta persyaratan terlebih dulu yang harus disetujui seluruh warga mulai tokoh masyarakat, pemuga agama, LSM , Fraksi di DPRD dlll. Artinya keinginan itu bukan dari dirinya, karena jika alasannya kontribusi yang besar diberikan PT BCMP ke daerah disbanding lain, hal itu menurutnya bukan keinginannya. Namun lebih dari kewajibannya karena berusaha di Kabupaten Kotabaru. Selain itu criteria pimpinan kedepan tak perlu harus mendahulukan latar belakang pendidikan seperti Profesor, Dr dan sederet gelar lainnya”Negara kita tak butuh pemimpin pintar, tapi akhlaknya . Kalau kita ingat akan sejarah junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang hanya seorang buta huruf namun mampu menjadi pemimpin, bahkan menjadi pemimpin dunia” pungkasnya
Mer’s

Pemimpin Kotabaru ke Depan
Minimal Setara Sjachrani Mataja
Diakui atau tidak sejak memimpin Kabupaten Kotabaru selama lebih kurang delapan tahun, Kabupaten Kotabaru yang maju pesat memang tak lepas dari sosok Bupati Drs H Sjahrani Mataja . Dan pada usia Kotabaru yang ke 58 dan disisa dua tahun pemerintahannya sudah pasti Sjachrani terus bekerja keras untuk melakukan pembangunan di kabupaten terujung di Kalsel ini .
Nah, pertanyaannya, setelah Sjachrani Mataja yang telah dua periode memimpin Kotabaru, siapa nantinya yang layak menggantikan beliau? Bagi pengusaha seperti Amir H Nasrudin, kepemimpinan Sjachrani Mataja sangat kondusif bagi iklim investasi di Kotabaru.”Ini karena sebelum di pemerintahan beliau sebelumnya pengusaha yang sangat menguasai teori ekonomi, strategi politik apalagi, buktinya terpilih lagi kedua kalinya sebagai bupati.. ” ujar Amir . Oleh karena itu dia mengaku bingung kalau ditanyakan siapa kedepannya yang layak memimpin Kotabaru “Kalau kita lihat pengalaman di Amerika, latar belakang para pemimpin disana komposisinya 60% pengusaha dan 40% birokrat. Dan Pak Sjachrani memiliki kedua-duanya . Karena itu saya bingung dan mikir siapa nantinya akan memimpin Kotabaru, karena ini menyangkut kebijakan. Beliau itu layak sudah sebagai gubernur” papar Amir. Menurut pengusaha berjiwa sosial ini kriteria .pimpinan Kotabaru mendatang, setidaknya minimal setara Sjacrani Mataja atau lebih bagus lagi diatasnya “Kalau dibawah Pak Sjachrani Mataja, Kotabaru akan mundur 10 tahun ke belakang. Coba anda lihat saat ini bagaimana kondisi Kotabaru sangat aman, apalagi kalau kita bersantai di siring laut yang begitu indah. Semua merupakan hasil karya Pak Sjachrani Mataja.”pujinya
Mer’s

01-06-2008

Hari Jadi Banjarmasin ke 481

Semangat Kayuh- Baimbai
Wujudkan Banjarmasin Berdaya Saing Tinggi dan Berjati Diri

24 September 2007, Kota Banjarmasin genap berusia 481, dimana sejalan dengan itu, genap juga, kota yang berjuluk seribu sungai ini selama 2,1 tahun, dipimpin duet Walikota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni, SE dan Wakil Walikota, Drs H Alwi Sahlan Msi. Tak semudah membalik tangan memang jika dihitung dalam waktu yang cukup singkat itu membenahi kota tua yang permasalahannya kompleks ini.
Namun dengan semangat ‘Kayuh Baimbai’ perlahan tapi pasti upaya duet Yudhi –Alwi menjadikan Banjarmasin sebagai kota yang berdaya saing tinggi dan berjati diri telah banyak membawa kemajuan pembangunan yang cukup signifikan.
Ini bisa dilihat dengan meningkatnya pendapatan daerah,pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan, perhatian yang tinggi terhadap layanan air bersih, pendidikan dan kesehatan gratis, lingkungan, kebersihan, KB serta masalah sanitasi, yang merupakan salah sau program dunia. Termasuk pembenahan di jajaran intern serta hubungan yang interaktif dengan mass media
Berikut laporan khusus yang disusun wartawan Barito Post Mercurius

Berdaya Saing Melalui Peningkatan Pendapatan Daerah 35,48%
Ketika Walikota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni Usman mengawali pemerintahannya pada tahun 2005, pendapatan daerah masih lebih kurang Rp362,1 miliar. Setahun setelah menjabat atau tahun anggaran 2006, pendapatan daerah meningkat cukup siginifikan lebih kurang Rp490,6 miliar atau meningkat 35,48%. Dan ini diikuti pula dengan meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) yang pada tahun 2005 semula lebih kurang Rp41,18 miliar, tahun 2006 bertambah menjadi Rp45,5 miliar atau meningkat 10%.
Indikasi ini jelas menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi di Banjarmasin terus bergerak, dan tentunya tahun mendatang akan meningkat lagi. Terbukti pada sisi PAD, Yudhi Wahyuni menargetkan untuk tahun 2007 ini menjadi Rp54,9 % yang diprediksi bakal tercapet, mengingat pada tri wulan ketiga ini sudah direalisasikan 80%. Artinya 2 bulan kedepan hanya menyisakan 20 % lagi.

Konsisten Fokus Pelayanan Air Bersih
Dari sekian banyak program peningkatan pelayanan masyarakat yang diusung Yudhi-Alwi, boleh dikatakan sektor air bersih yang paling menonjol kalau tidak disebut Is The Best . Melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih ini peningkatan layanan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Terbukti, hingga tahun 2006 saja, menurut Yudhi Wahyuni pemenuhan kebutuhan air bersih sudah mencapai 86% dari jumlah penduduk 624.089 jiwa. Dan ini melebihi target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 dengan tingkat penurunan air dari 33% menjadi 28,5%. Karena itu tak heran, keberhasilan PDAM Bandarmasih membuahkan hasil berupa pemberian penghargaan ‘Piala Citra Prima’ pada tahun 2003 dari Presiden RI, tahun 2006 dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan tahun 2007 dari Dirjen Cipta Karya PU. Dengan keberhasilan itu, wajar pula, pada tahun lalu, Menteri PU, Ir Djoko Kirmanto, menilai Banjarmasin lulus dalam masalah air bersih

Anggarkan Dana Pendamping BOS
Sebagai sebuah negara berkembang, peningkatan terhadap kualitas pendidikan memang tak bias ditawar lagi. Dan itu didasari betul oleh duet Yudhi-Alwi . Karena itulah pada sektor ini 14% dari total APBD 2007 dianggarkan demi membentuk kualitas pendidikan putra-putri Banjarmasin yang berdaya saing tinggi. Tolak ukurnya bisa dilihat dari pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2006-2007, dengan prosentasi kelulusan SD/MI 100%, SMP/MTs 94,45% serta SMA 98, 82%.
Tentu saja itu keberhasilan itu bukan berarti tak ada permasalahan dalam bidang pendidikan. Ribut-ribut soal pungutan yang diberlakukan komite sekolah pada pendaftaran siswa baru salah satu yang mesti dituntaskan agar tak terulang lagi.
Karena itulah, meski telah menerima dan Bantuan Operasional (BOS) untuk SD/SDLB dan SMP /SMPLB negeri/swasta Rp11,5 miliar serta BOS Buku Rp1,8 miliar, Pemko Banjarmasin juga menganggarkan Rp750juta pada anggaran biaya tambahan (ABT) dengan perincian tiap siswa menerima Rp7500. Ini salah satu upaya meminimalisir pungutan-pungutan yang diberlakukan komite sekolah.


Pelayanan Kesehatan Gratis dan SANIMAS.
Tingginya kualitas pendidikan serta sumber daya manusia (SDM) warga Banjarmasin tentu tak akan tercapai tanpa ditopang kesehatan warga itu sendiri.
Disatu sisi ongkos kesehatan di negri ini ‘dikenal’ mahal.
Sebab itulah, di tahun 2007, Yudhi –Alwi menggebrak melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2007, yakni pelayanan kesehatan masyarakat secara gratis di seluruh puskesmas. Ini diberlakukan kepada seluruh masyarakat, tanpa peduli dia kaya atau miskin. Cukup perlihatkan foto copy KTP, kesehatan gratis siap melayani warga.
Lainnya, pembangunan prasarana dan sarana air limbah merupakan salah satu fokus peningkatan kesadaran masyarakat melaksanakan pola hidup sehat melalui kegiatan Sanitasi oleh Masyarakat (SANIMAS)
Ini merupakan solusi penyediaan prasarana dan sarana air limbah pemukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah di lingkungan pemukiman padat penduduk, kumuh dan rawan sanitasi di perkotaan.
Dengan leading sector Dinas Pemukiman dan Prasana Kota (Kimprasko) Banjarmasin,
didukung dana masyarakat, pemko, dan Direktorat Pembangunan Kesehatan Lingkungan Pemukiman telah dibangun 5 Sanimas.
Ke 5 Sanimas itu berlokasi di Simpang Jagung Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat, Kelurahan Antasan Kecil Timur Kecamatan Banjarmasin Utara, , Kelurahan Kelayan Tengah Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Sanimas itu rata-rata melayani 79 KK s/d 200 KK menggunakan system terpilih, dilengkapi MCK plus yakni 4 buah kran, tempat cuci, 4 buah WC dan 4 buah kamar mandi serta pos jaga. Sedangkan komponen pembuangan dibuang ke sungai /got jalan raya melalui perpipaan.

Coda
Sebenarnya, masih banyak keberhasilan lain yang tak bisa disebutkan satu persatu, termasuk di bidang Keluarga Berencana (KB) yang direaliasikan dengan diterimanya Penghargaan Mangala Karya Kencana dari Pemerintah Pusat, kepada Walikota, HA Yudhi Wahyuni. Nobodys perfect tak ada yang sempurna di dunia ini, diantara keberhasilan tentu ada hambatan serta sejumlah PR yang masih belum bisa terselesaikan seperti penuntasan masalah Sentra Antasari, Lahan Kamboja dll.
Belum optimalnya keberhasilan pembangunan diakui sendiri oleh Yudhi Wahyuni seperti yang diungkapkannya pada pidato pada Rapat paripurna Istimewa DPRD Kota Banjarmasin dalam rangka Hari jadi Kota Banjarmasin ke 481 pada 24 September 2007 lalu yakni Tak ada gading yang tak retak .
Namun semuanya bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama dan Kayuh Baimbai.****


Pembangunan Butuh Peran Wanita
Banjarmasin, BARITO
Dalam pembangunan sebuah kota yang maju diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat termasuk juga para wanita yang tergabung dalam Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Banjarmasin.
Seperti yang dilakukan PKK Kota Banjarmasin yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Hj Emmy Mariani Tajuddin.
Diantaranya pembentukan kader-kader yang dapat membantu berlangsungnya pembangunan baik moral maupun kesejahteraan rakyat oleh segala pihak khususnya para wanita.“Kita akan terus berupaya untuk memajukan kesejahteraan warga melalui program-program yang telah kita laksanakan.Kita juga telah bekerjasama dengan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN OTA) dalam penyantunan anak tidak mampu agar mereka bisa tetap sekolah” ungkap Hj Emmy Mariani Tajudin kepada sejumlah wartawan usai mengikuti acara Khataman dan Wisuda Akbar TK/TP Al Quran BKPRMI se Kota Banjarmasin kemarin.
Ada sekitar 300 pelajar Sekolah Dasar serta 200 pelajar SMP yang telah mendapat bantuan berupa sumbangan biaya pendidikan.Masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 100 ribu untuk pelajar SD, Rp 125 ribu untuk pelajar setingkat SMP.Pada tahun 2008 nanti penyantunan pelajar tidak mampu masih akan terus dilanjutkan.Emmy juga menambahkan bahwa pihaknya juga telah bekerjasama dengan PKK yang ada di 5 kecamatan se Kota Banjarmasin.Termasuk diantaranya membina usaha kerajinan tangan yang ada di Kota Banjarmasin.Hal ini bertujuan untuk menjadikan warga Kota Banjarmasin bisa lebih mandiri dan berdaya guna dalam pembangunan.






Apa Kata Mereka

Pemimpin Harus Selalu Tegas
Banjarmasin, BARITO
Memimpin sebuah tugas apalagi yang menyangkut kemaslahatan orang banyak tentu sangatlah tidak mudah.Apalagi memimpin sebuah kota besar yang memiliki permasalahan yang sangat komplek seperti yang terjadi di Kota Banjarmasin.Mulai dari masalah sampah, parkir liar, pertamanan kota, jalan umum hingga permasalahan akibat yang ditimbulkan oleh maraknya truk batubara yang melintas di jalan umum.Untuk itu siapapun pemimpinnya, maka ia dituntut untuk bisa tegas dalam bertugas.
“Pemimpin jangan lemah dan takut dalam membuat keputusan.Saya menyampaikan penghargaan terhadap Walikota H Yudhi Wahyuni karena sudah menunjukan sifat tegasnya seperti dalam mengatasi masalah pemasangan baliho yang menyalahi aturan.
“Dibalik segala keberhasilan tersebut ada juga kekurangan yang terjadi.Sentra Antasari masih dalam permasalahan.Namun saya yakin sisa masa kepemimpinan Yudhi dapat mengatasi segala permasalahan.Karena seorang pemimpin haruslah dapat mementingkan kepentingan umum.Saya selalu mendukung kepemimpinan Yudhi
H Taufik Hidayat SH
(Ketua DPRD Kota Banjarmasin)

Toleransi tak Setor PAD, Kebijakan Yang Luar Biasa
Kebijakan umum Walikota Banjarmasin dijabat HA Yudhi Wahyuni Usman, sebagai pedoman pengelolaan air bersih sangat mendukung dalam peningkatan pelayanan, bahkan jika memungkinan secara regional.
Dukungan baik kinerja, atau investasi melalui APBD atau penyertaan modal. Harus diakui di era Pak Yudhi inilah penyertaan modal terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berkisar Rp5 miliar. Tahun 2007 ini saja penyertaan modal Rp13,5 miliar. Akan meningkat lagi tahun depan antara Rp10-20 miliar. Satu hal lagi meski PDAM sudah untung, namun demi pencapaian target cakupan layanan 100% hingga 2009, PDAM diberikan toleransi tak setor PAD, ini suatu kebijakan yang luar biasa.

Drs H Zainal Arifin, MSi
(Direktur Utama PDAM Bandarmasih)


Bisa ‘Diganggu’ Kapan Saja
Ada satu suasana yang sangat menggembirakan khususnya kebijakan pimpinan dengan media massa, baik itu wartawan yang bertugas di Pemko Banjarmasin (Press Room) atau bukan. Sikap keterbukan Yudhi-Alwi ini bisa”diganggu” kapan saja. Ini suatu hal yang menggembirakan di era transparansi sekarang ini. Oleh karena itu tidak ada alas an bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain untuk “takut” dengan insan pers
Drs H Bambang Bhudiyanto, MSi
(Kepala Dinas Infokom Pemko Banjarmasin)

BOS Perlu Sosialisasi Lagi
Sebagai orang kecil saya sering masih belum mengerti soal bantuan operasional sekolah (BOS), khususnya BOS buku. Agar tahu bagaimana caranya bisa meminjam buku pelajaran. Saya harapkan agar sosialisasinya ini bisa lebih sering dilakukan tak hanya melalui koran, tapi juga ke kelurahan-kelurahan atau langsung ke masyarakat melalui spanduk atau pamflet

Nurdin
(Karyawan Swasta)


Kurang Perhatian dari Pemko
Dengan bertambahnya usia Kota Banjarmasin semoga dapat menjadikan kepedulian pemerintah kota semakin meningkat.Selama ini saya secara pribadi kurang mendapat perhatian dari pemko.Bahkan biaya sekolah anak saya yang saat ini duduk dibangku SD Negeri masih terasa sangat mahal.Total biaya untuk membeli buku sudah mencapai Rp 120 ribu dalam tahun ajaran ini.Sudah terlalu mahal bagi kami yang berpenghasilan rendah.Semoga pemerintah dengan Dana BOS nya dapat membantu kesulitan rakyat kecil dalam membiayai anak bersekolah.

Hanafi
(Penarik Becak)

24-09-2007

Kru Barito Post Pacu Adrenalin dalam War Game


Hilangkan Kepenatan, Jalin Kebersamaan
Banjarmasin, BARITO
WAR game memang bukan perang sungguhan. Namun, sensasinya tak kalah
dengan medan laga sungguhan. Nah jika saat ini kalangan eksekutif ibu kota, dilanda 'demam' war game, demikian pula halnya di Kota Banjarmasin.
Termasuk kru Barito Post yang mencoba memacu adrenalin dalam sebuah arena Extreme War yang telah hadir di 4th Floor Barito Fantasy (Building) Hotel Istana Barito (HIB)

Apa asyiknya permainan tempur dengan menggunakan airsoft gun ini, mungkin gambaran berikut bisa menghantarkan kita untuk ikut menikmati serunya permainan: beberapa orang tampak mengendap-ngendap sambil mombopong senapannya, merayap pelan dan terus waspada mengintai lawan. Tiba-tiba terdengar dar... der... dor... saling baku tembak.
Tak lama kemudian terdengar suara seseorang berteriak,
"hit!" Ini bukan dalam arena perang, namun hanya suasana perang buatan yang
dilakoni awak Barito Post mulai dari wartawan, lay outer hingga bagian sirkulasi dan iklan. Iklim yang dirasakan memang terasa seperti dalam arena perang sungguhan."Adrenalin ikut naik saat berada di arena," ujar “Kopral”Budi yang hari itu bersama “Lettu” Masrifani berada dalam satu tim pimpinan “Mayjen” Iyus, usai permainan Sabtu (29/3) .
Dalam permainan Mercurius beserta dua anak buahnya Budi dan Masrifani mencoba mengeluarkan seluruh teknik kemampuan dan strategi tempur guna menghadapi tim lawan yang dikomandani “Brigjen” H Arif bersama dua anakbuahnya Salman dan Ervan
Dengan menenteng senjata semi otomatis Thompson dan dua anak buahnya yang menggunakan AK 47, permainan yang menghabiskan waktu 2 kali 30 menit itupun dimenangkan Tim Pimpinan “Mayjen” Mercurius yang menamakan dirinya Tim Detasemen Khusus (Densus) “86” . itu
Tim pimpinan “Brigjen” H Arif pun menyerah kalah setelah ketiganya terjebak dalam’sergapan” Mayjen”Iyus yang setelah dua anak b beraksi sendirian bak John Rambo dalam film Rambo yang dibintangi Sylvester Stallone
Budi, Masrifani ,H Arif, Ervan, Salman dan Mercurius sehari-harinya memang bertugas sebagai awak redaksi di masing-masing desk
Mercurius sendiri sehari-harinya wartawan yang bertugas di desk kota bersama kedua rekannya Masrifani dan Budi yang bertugas di desk hukum dan criminal
Demikian pula halnya H Arif sehari-harinya dia bertugas sebagai redaktur hukum dan criminal bersama Ervan yang juga bertugas di hokum dan criminal serta Salman yang menjabat asisten redaktur pelaksana “Kalaupun ada nama-nama pangkat, ya biar rame dan terasa benar-benar seperti perang, kan dalam militer dan perang itu harus ada komandan yang memimpin pertempuran. Sedankan nama Densus”86” angka 86 kan istilah yang populer di wartawan atau di kepolisian ” canda Masrifani seraya terbahak.
Menurut Salman, kegiatan yang dilakukan kru Barito Post mengisi akhir pekan denga war game hanya sekadar menghibur sekaligus berolahraga dan menghilangkan kepenatan bekerja.
Selain itu melalui kegiatan ini, bisa menjalin kebersamaan dan kekompakan awak Barito Post dalam tugas kesehariannya . “Karena itulah selain awak redaksi, rekan-rekan di sirkulasi dan iklan pun ikut dalam permainan” terang mantan pejabat redaktur desk ekonomi ini .
War game sendiri memang telah menjadi salah satu hobi sebagian masyarakat perkotaan. Bahkan, belakangan kalangan eksekutif dan pelaku bisnis menjadikan war game sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Sekilas war game memang mirip dengan arena perang sungguhan. Peralatan
yang digunakan pun hampir mirip dengan perlengkapan perang pada
umumnya. Battle dress uniform, rompi (vest), sarung senjata (holster), belt
(kopel), sepatu bot, safety google (masker penutup muka), dan senjata
atau pistol (air soft gun) adalah perlengkapan utama yang diperlukan.
Lokasinya bisa hutan kota (jungle war), hingga gedung bertingkat di
perkotaan (city war).
Teknik permainan city war pada dasarnya sama dengan jungle war, hanya
saja lokasi dalam gedung sehingga perlu trik dan strategi untuk
bersembunyi dari intaian lawan. "Untuk city war, kita hanya mengandalkan
lorong-lorong ruang yang ada dalam gedung sebagai tempat persembunyian," ujar
salah seorang petugas di Extreme War, Yogi kepada Barito Post.
Permainan ini memang untuk satu tim terdiri dari tiga anggota dan setiap pemain dikenakan biaya Rp30 ribu per-jamnya
Ingin merasakan sensasi berperang? Mungkin war game dapat Anda
agendakan akhir pekan ini.
mr’s


31-03-2008

35 Tahun PDAM Bandarmasih

Dari Penghargaan Presiden hingga Dubai Award
*Cakupan Layanan Diatas Target Dunia

MINGGU, 17 Pebruari 2008, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih berusia 35 tahun. Dalam perjalanan sejarahnya, hingga tahun 2000 pelayanan PDAM sangat jelek sekali, bahkan kerugian mencapai Rp15 miliar, sementara distribusi hanya 50% dari kebutuhan penduduk.
Namun sejak tahun 2001 dengan manajemen baru melalui perjuangan melelahkan, PDAM Bandarmasih mulai bangkit.
Puncaknya pabrik air bersih milik Pemko Banjarmasin ini menerima penghargaan Piala Citra dari Presiden RI (era Megawati dan Soesilo Bambang Yudhoyono, red) dan Departemen Pekerjaan Umum (PU) hingga dinominasikan ke ajang kelas dunia, Dubai Award oleh pemerintah pusat tahun ini

Transparansi, demokratis dan akuntabilitas merupakan salah satu kunci keberhasilan PDAM Bandarmasih . Hasil audit selalu diumumkan di media cetak, baik posisi neraca dan rugi laba. Dari publikasi itu, manajemen mendapatkan masukan luar biasa dari LSM, akademisi dan para pemerhati air minum dan air bersih.
Permasalahan yang dihadapi PDAM Bandarmasih pada waktu lalu, antara lain kurangnya pasokan air baku, sistem pengolahan yang belum optimal, tingkat kebocoran air masih tinggi, keterbatasan dana yang dimiliki dan beban pengembalian hutang yang membengkak.
Khusus untuk air baku, ketergantungan PDAM Bandarmasih terhadap suplai air baku dari Irigasi Riam Kanan sangat tinggi “Inilah yang mengawali PDAM Bandarmasih memanfaatkan kembali Intake Sungai Tabuk yang sejak tahun 1980-an tidak dioperasikan akibat kondisi teknis perpipaan yang telah tua dan keropos” ujar Dirut PDAM Bandarmasih, Drs H Zainal Arifin, MSi, 2001 lalu, disela-sela presmian Intake Tabuk.
Pemanfaatan Intake Sungai Tabuk diikuti pembenahan dan penambahan berbagai infrastruktur lain yang terus dilakukan sejak tahun 2001 hingga sekarang. Diantaranya melakukan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 500 lt/dt, yang berlokasi di Jalan Pramuka, KM 6 (Komplek Tirta Dharma), pelaksanaan rehab IPA A Yani termasuk peremajaan pipa-pipa tua.
Sementara dibidang pelayanan, pelanggan di seluruh kota selain bisa membayar rekening di Kantor Utama PDAM Bandarmasih juga bisa membayar di kantor unit pelayanan yang disebar di berbagai kota. Bagi mereka yang memiliki rekening di bank, PDAM juga memberikan kemudahan pembayaran via rekening. Pelanggan yang membayar di PDAM, juga meraih keuntungan dari sisi efisiensi, sebab mereka bisa sekaligus membayar rekening listrik dan telpon sekaligus.
Baru-baru tadi bahkan PDAM bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, dimana pelanggan bisa membayar rekening air bersihnya baik di kantor pos ataupun pos keliling di seluruh Kalsel.
Bagaimana dengan pendanaan? Berbekal keterpurukan yang dialami tahun silam karena lilitan utang, dengan berani, PDAM Bandarmasih sejak tahun 2001 menolak pinjaman yang ditawarkan dari Bank Dunia.
Disokong dukungan dana APBN, APBD Provinsi, dan Pemko Banjarmasin, PDAM Bandarmasih berhasil eksis bahkan kini meraup laba bersih hingga mencapai 6 miliar, dengan cakupan pelayanan hingga 95% atau 98.628 sambungan dibanding tahun 2001 yang hanya 68 % atau 58.914 sambungan. Cakupan ini jelas melampaui target Millenium Develpomnets Goals (MDGs) hingga tahun 2015 yang mengamanatkan cakupan layanan air bersih (coverage area) secara nasional harus 80% .
Padahal hingga akhir 2007 saja, coverage area PDAM Bandarmasih diatas cakupan nasional bahkan dunia atau 93%. Prestasi inilah yang membuat Pemerintah Pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum (PU) tahun ini menominasikan PDAM Bandarmasih sebagai nominator Dubai Award. Award yang diberikan bagi perusahaan daerah penyedia air minum yang mendukung target MDGs

Drs H Zainal Arifin, MSi

"Target 100 Persen dan Mandiri"

 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin dalam dua tahun mendatang mentargaetkan untuk mampu melayani 100 persen penduduk perkotaan, karena sekarang leyanan tersebut sudah tercatat 93 persen penduduk poerkotaan.

"Kita yakin, dua tahun mendatang semua penduduk kota Banjarmasin terlayani air bersih, bahkan mungkin akan mampu melayani ke penduduk kabupaten tetangga Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Bila itu benar-benar terwujud kemungkinan Banjarmasin kota pertama di tanah air yang mampu melayani 100 persen," kata Direktur PDAM Banjarmasin, Drs H.Zainal Arifin, MSi Minggu (17/2) disela-sela lomba gerak jalan santai dalam kaitan peringatan PDAM Banjarmasin ke-35 tahun di Banjarmasin, Minggu.

Lomba gerak jalan santai itu diikuti 200 peserta khususnya keluarga karyawan PDAM sendiri.

Dikatakan ayah tiga putra yang pernah mengikuti Diklat Water Supply Mangement di Boston (AS) itu, PDAM Bandarmasih kini tengah melakukan pembangunan fasilitas air bersih tersebut, termasuk pembangunan fasilitas sistem perpiaan ke daerah terisoler, pembangunan reserpuar (penampungan air skala besar) di Kelurahan Basirih, serta pembangunan boster (mesin pepompa air) dan genset (pembkit listrik) di beberapa tempat. Ia menambahkan PDAM tidak hanya mampu melayani semua penduduk namun jufga dapat meningkatkan kualitas air minum, disamping mampu melayani 24 jam walau dimusim kemarau.

Ia menyebutkan sebelumnya perusahaan yang dipimpinnya itu sempat dinyatakan PDAM yang sakit, tetapi setelah adanya berbagai upaya pihak perusahaan dan bantuan pihak pemerintah dan masyarakat maka kini sudah bisa bangkit menjadi perusahaan yang sehat bahkan berusaha menjadi PDAM yang mandiri tahun 2009. "Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah," pungkas peraih Magister Sains dari Universitas Brawijaya (Malang) itu .


Yudhi Wahyuni
“Jangan Terlena”

Tanpa dukungan dan komitmen yang tinggi dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terhadap pentingnya masalah air bersih, niscaya sulit bagi PDAM Bandarmasih mencapai keberhasilan itu, khususnya masalah pendanaan.

Dan komitmen itulah yang ditunjukkan Walikota Banjarmasih HA Yudhi Wahyuni Usman, SE yang mengakui saat dia menjabat walikota tahun 2005, sudah bertekad konsentrasi dalam masalah vital ini.

Pengalaman adalah guru! Peribahasa itulah nampaknya dipegang Yudhi Wahyuni yang mengungkapkan pengalamannnya sebelum menjadi orang nomor satu di kota ini terkait soal air bersih,”Saya ingat dulu, pernah menunggu air hingga sampai pukul 2 dinihari, (kediaman pribadinya waktu itu di Sultan Adam, Kecamatan Banjarmasin Utara, red) . Karena itulah tekad saya ketika jadi walikota masalah air bersih harus jadi perhatian” ucapnya.

Dan itu dibuktikan diera dia menjabat walikota, penyertaan modal Pemko Banjarmasin secara bertahap, setiap tahun sejak tahun 2001 berkisar antara Rp5 mliar, kini mencapai Rp10 miliar.

Yudhi Wahyuni sendiri menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap PDAM yang pada 2009 akan mandiri dan tak lagi mesti disokong dana dari pemerintah kota.”Namun saya ingatkan atas keberhasilan PDAM Bandarmasih ini agar jangan sampai terlena, inovasi dan pelayanan harus terus ditingkatkan”pungkasnya

DITERBITKAN 17-02-2008

http://wartaputradayak.blogspot.com/

 

Sepak Bola dan Lagu Kebangsaan

FERNANDO Torres menempatkan Spanyol menjadi juara Piala Eropa untuk kedua kalinya sejak 1964, setelah datu tendangannya menggetarkan gawang tim Panzer (Jerman) Jens Lehmann dalam final 2008, pada 29 Juni 2008 dinihari lalu

Hanya menyisakan waktu sekitar lebih kurang lima hari lagi atau 29 Juni 2008 dinihari mendatang, perhelatan akbar Piala Eropa (Euro 2008) berakhir . Siapa yang akhirnya menjadi pemegang supremasi tertinggi kesebelasan sepak bola terbaik di tanah Eropa kita tunggu saja hasilnya.
Sejujurnya jika saya ditanyakan hal apa yang menarik dari Euro 2008 ataupun ajang sepak bola dunia lainnya seperti Piala Dunia (World Cup) ?
Terlepas dari hipnotis “kelegendaan” tim-tim klasik negara –negara peserta Piala Eropa ataupun Piala Dunia seperti Jerman, Italia, Belanda, Perancis, Inggris, Argentina, Brasil ataupun Uruguay.
Diluar itu saya paling suka saat lagu kebangsaan dari dua kesebelasan yang siap bertanding dinyanyikan .
Ada rasa haru dan heroisme yang meledak-ledak saat menyaksikan melalui layar kaca baik suporter apalagi para pemain yang dengan mata tengadah ke atas menyanyikan lagu kebangsaan mereka.
Heroisme yang ditampilkan para pemain sepak bola itu membuat saya berkhayal Indonesia Raya bakal berkumandang di stadion-stadion dunia di pesta akbar World Cup yang entah tahun berapa bisa terwujud.
Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan merupakan hasil perjuangan yang panjang. Proses penciptaan lagu itu memang penuh liku, sejalan dengan perjuangan kemerdekaan, karena itu lirik dan iramanya sangat heroik
Lagu ciptaan komponis WR Supratman ini menurut saya sejajar bahkan lebih heroik jika dibandingkan dengan God Save the Quenn milik Inggris atau The Star Spangled Banner nya Amerika Serikat .
Bermain bagi negara tentu kehormatan bagi pesepakbola . Simak pernyataan Gianluigi Buffon , kiper andalan tim Blue Energy Italy.” Jika anda menemukan kesenangan pada pekerjaan anda, saya pikir hanya sedikit perbedaan bermain di Serie A atau Serie B. Saat anda bermain untuk Juve, anda terbiasa untuk bermain untuk menang. Bermain untuk tim nasional adalah hal yang berbeda," ujarnya seperti yang dilansir Antara.
Atau bagaimana bangganya David Beckham saat puluhan ribu penonton di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Kamis 27 Maret 2008 lalu bertepuk tangan saat dia masuk ke lapangan.dan mengukir sejarah tampil 100 kali untuk tim nasional
Spirit yang diusung para pemain –pemain sepak bola dunia saat menyanyikan lagu kebangsaan itulah yang tentunya diharapkan bisa menggugah semangat kebangsaan bangsa ini yang mulai luntur . Dari konflik politik hingga kemacetan ekonomi seolah tak ada habisnya mendera bangsa ini. Sekaranglah saatnya bagi kita bersatu dan menyelamatkan negara ini. Hindari perpecahan dan wujudkan semangat menuju Indonesia Raya yang adil makmur dan sejahtera.
Hiduplah Tanah Ku, Hiduplah Negeri Ku, Bangsa Ku Rakyat Ku Semuanya . Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Raganya Untuk Indonesia Raya…….


DITERBITKAN 25-06-2008

http://wartaputradayak.blogspot.com/