Selasa, 09 September 2008

Usia 45 dan Mengabdi untuk Masyarakat


FOTO BERSAMA : Wakil Walikota Banjarmasin H Alwi Sahlan bersama para undangan usai buka puasa bersama dan sholat maghrib berjemaah di kediamannya berfoto bersama para pejabat pemko dan undangan lainnya (Foto : Van/Brt)

Banjarmasin, BARITO
Bagi Wakil Walikota Banjarmasin H Alwi Sahlan, Senin (8/9), boleh jadi merupakan hari yang istimewa baginya.
Pertama di hari itu suami Hj Hernawaty ini tepat berusia 45 tahun, suatu usia yang boleh disebut usia matang bagi kehidupan manusia.
Dan tepat di hari kelahirannya itu bertepatan pada bulan Ramadhan yang merupakan bulan suci bagi umat Islam.
Karena itulah untuk mensyukurinya mantan Ketua Partai Keadilan (PKS) Kalsel ini menggelar buka puasa bersama di kediamannya Jalan Dharma Praja yang dihadiri pejabat di lingkungan Pemko Banjarmasin, para camat, lurah, tokoh pemuda dan LSM serta para wartawan serta masyarakat sekitar.
Sebelumnya mereka yang hadir mendengarkan Qalam Ilahi yang dikumandangkan Qori yang merupakan Juara II Pildacil Remaja se-Kalsel serta Tausyiah dari Rizqina, Juara II Pildacil Cilik se-Kalsel.
Bagi PKS sendiri, sepatutnya berbangga sebab salah seorang kader partainya. adalah sosok politisi yang santun, tidak gampang terpancing emosinya, tidak meluap-luap dalam mengeluarkan pernyataan namun tetap konsisten dalam memperjuangkan idealismenya.
Kepada wartawan usai Sholat Maghrib berjemaah, Alwi Sahlan mengatakan, sebelumnya dia memang tidak pernah merayakan HUT nya sepanjang hidupnya.”Kebetulan saja kan HUT nya bertepatan dengan Bulan Ramadhan,jadi sekalian saja melaksanakan syukuran melalui buka puasa bersama” ucapnya.
Di usia yang terbilang sangat matang dan sudah banyak merasakan pahit manisnya kehidupan, Alwi Sahlan bertekad pada dirinya untuk terus mengabdi dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.”Alhamdulillah Allah SWT telah memberikan karunia yang tiada habis-habisnya untuk saya syukuri. Karena itu keinginan saya saat ini hanyalah ingin mengabdikan sisa hidup saya untuk mengabdi pada kepentingan bangsa dan negara,” kata pria yang berpostur kecil ini dengan nada tegas.
mr’s

10-09-2008

72 SD dan MI Segera Direhab



Dinas Pendidikan Buka Layanan Pengaduan
Banjarmasin, BARITO
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Drs H Noor Ifansyah menegaskan, jika tidak ada aral melintang Dana Alokasi Khusus (DAK) non-Dana Reboisasi (DR) 2008, untuk pembangunan sektor pendidikan bagi 72 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiah (MI) akan segera dicairkan dalam minggu ini.
Setiap sekolah nantinya akan menerima DAK sebesar Rp 321,4 juta. “Dana Alokasi Khusus akan segera dicairkan kemudian disalurkan kepada rekening kepala-kepala sekolah dasar yang ditetap-kan sebagai penerima DAK sebesar 321,4 juta per masing-masing sekolah,” kata Noor Ifansyah, usai menghadiri Buka Puasa bersama di Rumah Dinas Wakil Walikota H Alwi Sahlan, tadi malam
Dana alokasi khusus ini yang diperuntukan untuk merehab sekolah-sekolah yang kondisinya rusak dan tidak representative itu, total anggarannya mencapai Rp23 miliar.
Dan 72 sekolah memang layak menerima DAK, berdasarkan pantauan langsung oleh Dinas Pendidi-kan Kota Banjarmasin dan dana ini dicairkan langsung dari pusat.
“Diknas, hanya me-laksanakan administrasi da-lam mengurus proses pencair-an DAK sesuai juknis dari De-partemen Pendidikan Nasio-nal, selanjutnya pencairan DAK ini dicairkan langsung dari pusat ke rekening-re-kening sekolah penerima DAK. Apabila sekolah-sekolah penerima DAK sudah meneri-ma dana tersebut, harus se-gera melaksanakan rehabi-litasi gedung dan proses rehabilitasinya dipantau langsung oleh ketua komite sekolah, “ terang Noor Ifansyah
Pada kesempatan itu Noor Ifansyah menghimbau agar para kepala sekolah (kepsek) untuk tidak khawatir ataupun trauma berkaitan kasus DAK tahun 2007 yang akhirnya berakhir di meja hijau.
Sebagaimana diketahui, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarmasin Iskandar Z dan Kasubdin Sarana, Abdul Muchlis ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan. Mereka diduga terkait kasus korupsi anggaran pendidikan sebesar Rp390 juta.
Iskandar dan Muchlis dituduh telah melakukan penyelewengan uang negara yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non-Dana Reboisasi (DR) 2007, untuk pembangunan sektor pendidikan di Banjarmasin dan kasus ini saat ini masih dalam proses sidang”.Kita harapkan kepsek penerima DAK tak usah takut,yang penting asal sesuai ketentuan yang ada” harapnya.
Dinas pendidikan juga membuka layanan pengaduan terkait keluhan masyarakat dalam pelaksanaan pekerjaan rehab sekolah tersebut .
Sebagaimana diketahui pula,dinas pendidikan sudah mengajukan tambahan dana sebesar Rp360 juta. Dana tersebut, digunakan untuk tambahan sharing bantuan DAK Non DR untuk rehab sekolah.
Dengan tambahan dana sharing tersebut, jumlah sekolah yang bisa diperbaiki juga bertambah. Dari yang sebelumnya, hanya 63 sekolah menjadi 71 sekolah.mr’s

10-09-2008

Dana BLT Tahap II Dicairkan Senin

Banjarmasin, BARITO
Warga kurang mampu dari sisi ekonomi di Kota Banjarmasin di antaranya menjadi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kini penerima BLT tahap I tiga bulan yang lalu boleh tersenyum gembira.
Pasalnya mulai Senin, (15/8) mendatang mereka sudah bisa mencairkan dana BLT tahap kedua di kantor-kantor pos yang ditunjuk seperti pencairan tahap I sebelumnya .
Setidaknya harapan mereka untuk bisa menggunakan dana tersebut untuk keperluan persiapan menyambut lebaran atau keperluan lainnya terealisasi.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kotta Banjarmasin, Ir Supriadi, saat ini pihaknya telah mengirimkan surat ke seluruh kecamatan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat penerima BLT tahap II. ”Untuk tahap II ini, jatah BLT yang dibagikan adalah untuk empat bulan, yakni September, Oktober, November dan Desember 2008 sebesar Rp 400 ribu,”urainya
Sedangkan jumlah penerima BLT masih mengacu pada penerima tahap I. Data 2005 lalu tercatat 39.346 orang. Namun, sebutnya 533 kartu BLT diblokir karena beberapa alasan, seperti pemilik kartu sudah meninggal dunia, pindah lokasi atau alamat dan sudah masuk kategori mampu.
Khusus bagi penerima BLT yang tidak bisa mengambil langsung karena sakit atau sudah tua.da tidak mampu mengambil sendiri di lokasi pencairan, diperbolehkan mencairkan pakai surat kuasa.
Dengan catatan harus menyertakan surat keterangan dari kelurahan setempat”Bagi penerima BLT yang menggunakan surat kuasa akan dibayarkan lima hari setelah dimulainya pencairan BLT .” tambahnya.
Prosedur pengambilan BLT II sebut Supriyadi masih sama dengan pelaksanaan BLT tahap kedua . Pengambilan dengan surat kuasa hanya dilayani di Kantor Pos Besar Jalan Lambung Mangkurat. mr’s

10-09-2008

Keliling Kota

KMPD-Kompak Gelar Lomba Kaligrafi dan Puisi Religius
Banjarmasin, BARITO
Sebagai upaya mengembangkan kreativitas siswa dan mengisi kegiatan amaliah Ramadhan 1429 bagi siswa SMA/SMK, Komunitas Mahasiswa Peduli Daerah (KMPD) Kalsel akan menggelar berbagai macam lomba. Lomba yang digelar bekerja sama dengan LSM Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Anti Kedzaliman (Kompak) Kalsel itu yakni Lomba Kaligrafi Al-Quran, Puisi Religius serta Pidato Ramadhan.
Menurut Steering Comitte Lomba, H Agusfianoor, lomba bagi siswa ini akan digelar selama dua hari yaki 12-13 September 2008 di Mesjid Agung Miftahul Ihsan, Jalan Pangeran Antasari.
Pendaftaran sudah dibuka sejak 28 Agustus dan akan ditutup pada 1 September 2008.
Para pemenang lomba untuk lomba kaligrafi akan mendapatkan piala tetap dari Walikota Banjarmasin, piala dari kepala dinas pariwisata, seni dan budaya (parsenibud) untuk juara lomba baca puisi serta piala tetap dari kepala dinas pendidikan untukjuara lomba pidato. ”Selain piala,pemenang juga akan mendapat bingkisan serta uang pembinaan,” ujarAgusfiannor.
Menurut Agusfiannor kegiatan yang mereka gelar ini merupakan kepedulian serta keprihatinan mereka atas minim atau jarangnya kegiatan serupa yang digelar bagi siswa .Padahal generasi muda adalah penerus bangsa,yang selain dituntut kreativitas juga moral dan akhlaknya.
mr’s

33 CPNS eks Honorer Diklat Prajabatan
Banjarmasin, BARITO
Sebanyak 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS) eks honorer Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengikuti Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Prajabatan Angkatan XII Golongan I dan II Tahun 2008 selama 18 hari mulai 8-26 September 2008 di Badan Diklat (Bandiklat) Kota Banjarmasin.
Menurut Kepala Bidang Penjenjangan Bandiklat, Hj Dwi Ahadiyati SH MH, sesuai dengan PP 101 tahun 2000, salah satu tujuan diklat untuk meningkatkan kualitas keahlian, keterampilan, pengetahuan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan struktural Eselon IV secara profesional
Sementara itu, Wakil Walikota Drs H Alwi Sahlan,MSi, yang membuka diklat, Senin (8/9) kemarin, mengatakan, penyelenggaraan diklat-diklat teknis maupun fungsional yang dilaksanakan bagi PNS di lingkungan Pemko Banjarmasin, salah satunya adalah untuk mengatasi dan memenuhi kewajiban pemerintah dalam memberikan layanan publik yang baik kepada masyarakat.
Menurut Alwi , UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 65 Tahun 2006 tentang Standar Pelayanan Minimal diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan. Mengingat para peserta diklat prajabatan kali ini merupakan CPNS yang berasal dari pegawai eks honorer yang beruntung dan berkesempatan menjadi CPNS di Pemko Banjarmasin, Didit berharap setelah mengikuti diklat, para peserta dapat meningkatkan kinerjanya.mr’s

09-09-2008

Minggu, 07 September 2008

Kota Mulai Dipenuhi Anjal dan Gepeng

Banjarmasin, BARITO
Hingga hari ketujuh bulan suci Ramadhan, kehadiran anak jalanan (anjal) maupun gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Banjarmasin semakin bertambah.
Para anjal dan gepeng yang sebahagian berasal dari luar kota memilih Kota Banjarmasin sebagai “ladang” untuk memperoleh rezeki dari masyarakat yang royal beramal pada bulan suci mubarak ini.
Para anjal dan gepeng tersebut terutama di Pasar Wadai Ramadhan ataupun di depan perempatan jalan dan lampu merah.
Kasubdin Operasional Dinas Satuan Pol PP Kota Banjarmasin Drs Nazamuddin kepada wartawan tak menepis meningkatnya jumlah anjal dan gepeng yang menurutnya memang rata-rata dari luar Banjarmasin. “Saat ini operasi yang kami lancarkan mengamankan mereka agar tidak mengganggu di traffic light kalau dari rumah ke rumah itu mungkin karena mengambil hak mereka di bulan penuh berkah ini” tukasnya” kepada wartawan usai mengamankan empat gepeng yang beroperasi di traffic light .
Meski demikian Nazamuddin mengakui indikasi keberadaan anjal dan gepeng yang dikoordinir. ”Kami membuktikan sendiri tahun lalu di Pelabuhan Trisakti dalam satu perahu mereka diturunkan,” sebutnya.
Selain itu dia menyebutkan, salah satu kelurahan di wilayah di Kota Banjarmasin yang dikoordinir seseorang. ”Mereka mengeksploitasi anak-anak dan orang cacat,” sebutnya.
Saat ini tindakan yang dilakukan Pol PP Kota Banjarmasin hanya sebatas mengeleminir keberadaan anjal dan gepeng tersebut dengan cara mengamankannya dan menghubungi dinas sosial untuk menindak-lanjutinya. “Karena pemko hingga saat ini tidak memiliki panti social,” tuturnya.
Sementara itu, Iyah --salah seorang ibu beranak 10 yang menjadi gepeng-- ketika ditanya mengatakan, kehidupannya memang sangatlah kekurangan sejak meninggalnya suami. Bahkan empat di antara anaknya saat terpaksa ikut orang lain untuk meringankan beban “Anak saya 10 orang, suami saya meninggal,ketimbang mereka tidak makan, ya saya harus beginilah, mau bekerja misalnya jadi pembantu, saya tak mungkin meninggalkan anak saya yang kecil ini, kalau pun dia ikut saya takut justru mengotori rumah orang,” ucapnya seraya menggendong putra bungsunya yang berusia 14 tahun, saat dibawa ke depan Pos Pol PP Pemko Banjarmasin, Jumat (5/9).
mr’s

07-09-2008

Merajut Kebersamaan dalam Pelayanan Ibadah



BERSAMA : Rombongan Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Lingkungan Sion
Banjarmasin berfoto bersama Jemaat GKE Riam Pinang Kecamatan Pelaihari , Kabupaten Tanah Laut (Tala) di rangka bangunan tempat ibadah yang masih belum rampung . (Foto : Mer’s/Brt)

GKE Lingkungan Sion Kunjungi Jemaat Riam Pinang
Pelaihari, BARITO
Sekitar lebih kurang 50 anggota Majelis Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Lingkungan Sion Banjarmasin melakukan pelayanan kunjungan ke Jemaat GKE Riam Pinang Kecamatan Pelaihari , Kabupaten Tanah Laut (Tala) Minggu (7/9).
Rombongan yang menggunakan 7 buah mobil dan melintasi Jalan eks PTPN XIII, atau eks-Pabrik Gula Pelaihari dengan medan yang cukup berliku, setibanya disambut Jemaat GKE Riam Pinang yang hanya terdiri dari enam kepala keluarga (KK) di kawasan yang cukup terpencil itu.
Bersama Jemaat GKE Riam Pinang, Jemaat GKE Lingkungan Sion melakukan Ibadah Minggu bersama di sebuah rumah milik warga setempat dipimpin Pdt Oktavianus.
Dalam khotbahnya Pdt Oktavianus mengambil tema pelayanan yang diambil dari Kitab Perjanjian Lama 1 Samuel Pasal 14 yang pada intinya mengajak jemaat untuk saling mendukung terutama dalam upaya merajut kebersamaan dalam meningkatkan kualitas iman. Seperti halnya kebersamaan yang terjalin antara Jemaat GKE Riam Pinang dan Jemaat GKE Lingkungan Sion yang bersatu dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan serta mendengarkan sebagian Firmannya,meski dalam kondisi tempat ibadah yang kurang representatif. Usai ibadah kedua jemaat menggelar makan bersama yang disiapkan tuan rumah yang rata-rata warga trans itu.
Pada kesempatan itu, Jemaat Lingkungan Sion melalui Ketua Penatua dan Diakon (P/D) Lingkungan Sion, Drs Jakuasi Girsang menyerahkan bantuan sebesar Rp3,3 juta untuk bantuan kelanjutan pembangunan rumah ibadah (pastori) bagi Jemaat GKE Riam Pinang. Selain itu juga diserahkan dana bantuan yang merupakan titipan dari Majelis Resort GKE Banjarmasin sebesar Rp1,118 juta.
Bantuan diterima secara simbolis diterima Ketua P/D Jemaat GKE Riam Pinang, Sutrami. Saat itu juga diserahkan paket bingkisan dari Seksi Sekolah Hari Ahad (SHA) kepada anak-anak SHA Riam Pinang berupa buku,pensil crayon dll .Bantuan diserahkan Ketua SHA Lingkungan Sion,Yuniar melalui Theo dan Kenny kepada perwakilan anak-anak SHA Riam Pinang
Menurut Sekretaris P/D Lingkungan Sion Drs Puguh Primjabada, didampingi Sekretaris II Drs Konstantin Dau mengatakan, kunjungan pelayanan ke jemaat –jemaat di kawasan terpencil merupakan agenda rutin yang dilakukan Jemaat Lingkungan Sion sebagai bentuk merajut kebersamaan sesame jemaat”Tak hanya di Kalsel namun juga di gereja-gereja di Provinsi Kalteng “imbuhnya yang diamini Konstantin.
Senada dikatakan Wakil P/D Lingkungan Sion, Yesaya Rasat, diharapkan melalui ibadah bersama, akan lebih menumbuh-kembangkan kepedulian dan kebersamaan antar jemaat dalam meningkatkan kualitas iman
mr’s

07-08-2008

Jumat, 05 September 2008

Dirum PDAM Diminta Jalin Komunikasi



RESMI : Rahmatulah SE resmi menjabat Dirum PDAM Bandarmasih periode 2008-2012 setelah dilakukan pelantikan oleh Walikota Banjarmasin H Akhmad Yudhi Wahyuni Usman,kemarin (Foto : Nasrulah/Brt)

Banjarmasin, BARITO
Walikota Banjarmasin H Akhmad Yudhi Wahyuni Usman meminta Direktur Umum (Dirum) PDAM Bandarmasih yang baru Rahmatulah SE untuk dapat menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan jajaran direksi yang lain (direktur utama dan drektur teknik, red) para pejabat dan Staf PDAM Bandarmasih, DPRD Kota Banjarmasin serta media massa.”Sehingga segala persoalan yang dihadapi saat ini, dan yang mungkin akan timbul dikemudian hari akan dapat terselesaikan dengan baik” harap Yudhi Wahyuni, dalam sambutannya usai melantik Dirum PDAM Bandarmasih periode 2008-2012 Rahmatulah SE menggantikan pejabat lama Hj Mardiana SE yang memasuki masa pensiun.
Terpilihnya Rahmatulah yang sebelumnya menjabat Kabag Pelayanan dan Langganan PDAM sendiri setelah melalui proses yang cukup panjang dalam penjaringan jabatan Dirum PDAM Bandarmasih“Serangkaian tahap yang dilalui hingga pelantikan , bukanlah hal sederhana. Beberapa proses telah dilalui para kandidat, mulai dari penjaringan melalui pengumuman di media massa, pendaftaran dan pengambilan berkas, penyerahan berkas pendaftaran, seleksi kelengkapan persyaratan dan administrasi, uji kemampuan dan kelengkapan hingga penyampaian hasil penjaringan,” ujar Bagian Humas PDAM Bandarmasih Farida SE kepada Barito Post via telepon , sehari sebelumnya
Pejabat lama Dirum PDAM Bandarmasih Hj Mardiana merupakan salah satu tokoh kunci suksesnya PDAM Bandarmasih yang telah dua kali meraih penghargaan Presiden RI era Megawati dan SoesiloBambang Yudhoyono .
Sementara itu menanggapi pesan walikota, Dirum PDAM Rahmatulah SE menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan seluruh stake holder khususnya dalam mewujudkan PDAM Bandarmasih yang mandiri dan berkelanjutan”Saya juga akan meneruskan kebijakan dari Bu Mardiana (pejabat lama,red) yang saat ini sangat berjalan baik”pungkasnya
mr’s

DITERBITKAN 06-09-2008

http://wartaputradayak.blogspot.com/