Kamis, 11 Desember 2008

Pohon dan Sungai Bersih dari Atribut Parpol

SK Walikota Ditambah Poin Pengaturan Atribut DPD
Banjarmasin, BARITO
Menyadari Surat Keputusan (SK) Walikota Banjarmasin terkait pemasangan atribut partai politik (parpol) masih memiliki kelemahan, dalam rangka keindahan dan penataan kota agar lebih teratur, Pemko Banjarmasin akan merevisi SK itu.
Dengan direvisinya SK itu, kedepannya pohon dan sungai yang selama ini marak dengan spanduk dan atribut partai politik akan ditertibkan
Revisi menurut Wakil Walikota Banjarmasin H Alwi Sahlan perlu dilakukan guna memperjelas aturan –aturan pada SK yang masih memiliki kelemahan-kelemahan” “Ketentuan tersebut kami lakukan revisi untuk lebih memperjelas aturan SK Walikota tentang ketentuan pemasangan atribut Parpol, ada beberapa kelemahan pada ketentuan sebelumnya seperti kata-kata DPD tidak termasuk, dan jalan-jalan yang tidak boleh dipasangi atribut parpol,” ujar Alwi Sahlan kepada wartawan, usai memimpin rapat pembahasan Revisi SK Walikota tentang pengaturan atribut parpol .
Alwi Sahlan mengakui pada SK sebelum direvisi memang tidak menyebutkan pengaturan atribut Dewan Pimpinan Daerah (DPD)
Alwi Sahlan berharap pihak-pihak yang bersangkutan bisa lebih memahami revisi tersebut, guna terciptanya wajah Kota Banjarmasin yang Indah, Teratur, dan Asri.
Khusus untuk aturan mengenai larangan pemasangan atribut di pohon menurut Alwi Sahlan dia telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang telah ditanda-tanganinya sambil menanti pengesahan revisi SK.
Dalam SE yang akan dilayangkan ke parpol dan DPD itu diminta untuk melepaskan sendiri atribut-atribut mereka yang terpasang di pohon hingga lima hari kedepan” “Untuk pohon semuanya tidak boleh dipasangi atribut, dan suratnya telah saya tanda tangani, jadi lima hari kedepan akan dilakukan penertiban,” tegas Alwi Sahlan
Dan dalam teknis pelaksanaan penertiban akan dilakukan oleh Pol-PP dengan dibantu ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita, yang diharapkan bisa mengurai ketegangan ketika itu terjadi
Sementara untuk aturan sebelumnya tidak berubah yakni larangan pemasangan atribut di jalan protokol termasuk median dan pinggiran jalan ataupun jembatan “Atribut parpol termasuk baliho pengaturannya sama dengan reklame, karena juga menjual, katakanlah orang maka pengaturan sama dengan reklame.”pungkasnya
.M-01//mr’s/mun


Diterbitkan 05-12-2008

Jumat, 05 Desember 2008

PNS Pemko Gelar Natal Bersama


IBADAH : PNS di kalangan Pemko Banjarmasin yang beragama Kristen saat melaksanakan ibadah natal di aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, Jumat (5/12) (foto: aspihan/brt)


Banjarmasin, BARITO
Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang beragama Kristen, Jumat (5/11) sore menggelar natal bersama di aula Kayuh Baimbai Kantor Walikota Banjarmasin
Perayaan Natal Bersama para PNS Pemko Banjarmasin yang dimulai sekitar pukul 17.00 wita, dihadiri PNS beserta keluarganya serta undangan yang memadati 500 kursi yang disediakan panitia.
Acara berlangsung khidmat dan penuh dengan rasa persaudaraan, sesuai dengan tema yang diusung dalam acara tersebut “Hiduplah Dalam Damai Dengan Semua Orang”, dan Dengan Semangat Natal Kita Tingkatkan Kebersamaan Dalam Mewujudkan Cita-cita Pembangunan Kota Yang Damai, Sejahtera Dengan Kasih Sayang Yang Sempurna.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana acara Drs Johansyah mengharapkan acara perayaan natal seperti ini masih bisa berlanjut dan berlangsung khidmat, serta bisa menyentuh kepada semua orang, terlebih tema yang diusung dalam acara tersebut adalah “Hiduplah Bersama Dalam Damai Bersama Semua Orang,”
Johansyah mengakui PNS pemko menyatakan terimakasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak, terutama Walikota Banjarmasin dan jajaranya yang telah memberikan dukungan, sumbangan dan apresiasi yang baik atas acara yang diselenggarakannya perayaan natal itu.
Pada kesempatan itu dia juga berpesan terutama kepada para PNS dilingkungan Pemko Banjarmasin, bisa teru memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat, dan selalu menjaga nilai-nilai solidaritas beragama, kebersamaan, serta mengabdikan diri dengan sebaik-baiknya dalam upaya mewujudkan pembangunan Kota Banjarmasin yang damai dan sejahtera.
Pada perayaan natal yang dimulai dengan ibadah tersebut diselingi kidung pujian yang dilantukan Paduan Suara (PS) Pemko Banjarmasin, PS GKE dan HKBP Borneo yang merupakan Juara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kalsel 2008.
Salah seorang PNS Pemko Banjarmasin, Panjaitan mengakui di era pemerintahan Yudhi -Alwi ini pembinaan mental melalui kegiatan keagamaan bagi PNS sangat terakomodir”Dua tahun ini bahkan kita sudah menggelar natal di kantor pemko. Sementara pembinaan keagamaan dilakukan rutin tiap bulan”pungkas PNS Dishub Kota Banjarmasin ini
mr’s

06-12-2008

Kamis, 04 Desember 2008

Disparsenibud Terus Pantau Aktivitas THM


KLINIK THM: Kadisparsenibud Kota Banjarmasin H Hesly Junianto SH didampingi GM HBI Ery Sudarisman dan Kasi Hiburan Umum dan Rekreasi Drs M Yurdan berkesempatan mengukur tensi di klinik kesehatan BOEC HBI di sela-sela sidak.
(foto: mer’s/brt)

Hesly Puji Klinik Kesehatan BOEC
Banjarmasin, BARITO
Meski aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Banjarmasin relatif aman dan kondusif dari pelanggaran-pelanggaran baik jam operasional maupun batasan umur pengunjung, namun hal itu tak membuat Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kota Banjarmasin bersikap santai.
Sebaliknya sebagai dinas yang mengayomi dan membina aktivitas THM, disparsenibud tetap secara intensif melakukan pemantauan dengan melakuan inspeksi mendadak (sidak), seperti Selasa (25/11) malam kemarin.
Sidak yang dipimpin langsung Kadisparsenibud Kota Banjarmasin H Hesly Junianto SH MH ini terbilang diam-diam. Ia hanya ditemani Kasi Hiburan Umum dan Rekreasi Drs M Yurdani dan seorang stafnya Ronny .
Meluncur menembus kegelapan malam dari Kantor Walikota Banjarmasin ke Le Bistro Rattan Inn Hotel di Jalan A Yani km 5,6 jadi sasaran pertama sidak . Karena tak ada pelanggaran di sana, setelah sempat berbincang dengan manajer hotel dan menyumbangkan suaranya di THM yang ekslusif itu, Hesly Junianto dan dua stafnya meluncur ke Hotel Banjarmasin Internasional (HBI).
Usai duduk sejenak memantau music room (musro) yang ada di hotel berbintang 3 itu, rombongan naik ke Banjarmasin One Stop Entertainment Club (BOEC) yang memiliki fasilitas THM terlengkap di kota ini. Di sana rombongan yang disambut GM HBI Ery Sudarisman memasuki Nashville Pub n Café yang menyajikan live music.Hesly nampak puas melihat lampu ruangan yang cukup terang di pub tersebut. Sekitar 5 menit di sana, sidak dilanjutkan dengan naik ke lantai atas ke fasilitas karaoke sekaligus ke Athena Hyper Discotheque.
Pada kesempatan itu, Ery Sudarisman mengajak Hesly Junianto dan rombongan ke klinik kesehatan yang dimiliki BOEC HBI. Klinik yang buka pukul 10:00-02:00 wita itu dilengkapi tiga ranjang pasien dan 1 dokter umum. Menurut Ery, klinik ini selain melayani karyawan dan tamu hotel juga pengunjung THM. Hesly Junianto menyambut baik dan memuji dengan apa yang dilakukan pihak manajemen HBI itu.”Selayaknya hotel berbintang yang memiliki fasilitas THM juga menyiapkan klinik seperti ini,” harap Ketua PARFI Kalsel ini.
Sidak terakhir dilakukan ke Hotel Blue Atlantic di Jl Pangeran Antasari .
Sidak yang dilakukan Disparsenibud secara diam-diam menurut Hesly Junianto wajar. Pasalnya, selain melakukan fungsi pengawasan terhadap aturan dan pelaksanaan surat edaran Walikota Banjarmasin, disparsenibud juga berkewajiban melakukan pembinaan terhadap pengelola hotel, apalagi jika menemukan adanya operasional hotel yang menyimpang dari aturan. “Ini sebagai dukungan kita terhadap Visit Kalsel Year 2009,” pungkasnya.
mr’s

27-11-2008

Keliling Kota

Sekolah Minus Dapat Bantuan GNOTA
Banjarmasin, BARITO
Wakil Ketua Yayasan Lembaga Gerakan Orang Tua Asuh (YL-GNOTA) Kota Banjarmasin Ny Hj Hernawati Alwi Sahlan, menyalurkan bantuan biaya sekolah, yang disalurkan melalui YLGNOTA dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalsel, Rabu (26/11) kemarin.
Kepada para wartawan Hj Hernawati mengatakan, bantuan yang disalurkan untuk 163 anak asuh ini, disalurkan bagi madrasah yang kondisinya memang perlu dibantu. “Lokasi penyaluran bantuan yang dipilih memang benar-benar anak-anak yang minus,” ucap Hermawati.
Menurutnya, bantuan yang diberikan ini murni partisipasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalsel, sebagai wujud partisipasi konkrit dalam membantu masyarakat utamanya anak-anak mereka yang membutuhkan agar bisa terus bersekolah dengan biaya gratis.
Istri Wakil Walikota H Alwi Sahlan ini berharap bantuan bisa terus berlanjut dan bukan hanya sekali saja. Karena saat ini bagaimanapun juga masalah pendidkan harus barlanjut dan perlu diberikan bantuan yang berkesinambungan
Sebelumnya GNOTA Kota Banjarmasin juga telah menyalurkan dana bantuan dari APBD Provinsi Kalsel, maupun APBD Kota Banjarmasin yang setiap tahun memang dianggarkan sebagai salah satu program untuk mengentaskan masyarakat yang kurang mampu, agar bisa terus tetap belajar.
Bantuan yang berjumlah Rp100 ribu untuk satu orang anak ini, diserahkan secara simbolis ke Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kelayan Banjarmasin, bantuan tersebut tentunya disambut gembira, karena ternyata di sekolah tersebut masih banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan untuk biaya pendidikan.
M-01/mr’s/mun


Giliran 30 Peserta Diklat Manajemen III Dinyatakan Lulus
Banjarmasin, BARITO
Tak mau kalah dengan 30 rekan yang mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Manajemen Kegiatan II, 30 aparat kelurahan yang mengikuti Diklat Manajemen III pun dinyatakan lulus serta berhak menerima Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan .
Diklat dilaksanakan selama seminggu dari tanggal 19 sampai 26 November
Asisten III Pemko Banjarmasin Drs H Khairil MSi yang mewakili Walikota Banjarmasin saat menutup acara mengatakan,perbaikan bidang manajemen kegiatan saat ini menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin, terutama menyangkut manajemen pelayanan di tingkat kelurahan. Mengingat perannya sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, maka kualitas pelayanan aparat pemerintah akan tercermin dari pelayanan ditingkat Kelurahan. Tidaklah mengherankan, jika secara bertahap Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Diklat menggelar diklat manajemen kegiatan II, yang diikuti aparat kelurahan di Kota Banjarmasin”Melalui diklat manajemen kegiatan aparat kelurahan memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan dengan baik serta adanya peningkatan kinerja yang pada akhirnya akan mampu merencanakan , menyusun dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah diprogramkan , khususnya yang berkaitan dengan anggaran (RKA/RSK) “ harap Khairil saat menutup diklat.
Dia menambahkan, kelurahan memiliki posisi strategis terhadap penyelenggaraan otonomi daerah dan pelayanan kepada masyarakat. Mengingat dengan kuat dan mantapnya kelurahan akan mempengaruhi secara langsung perwujudan otonomi daerah
Sementara itu Ketua Pelaksana Kegiatan Dwi Ahadiyati mengatakan, diklat dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan SDM khususnya meningkatkan kualitas SDM khususnya aparat kelurahan dan menyamakan pemahaman dalam galab pengelolaan keuangan (RAK/RASK)
mr’s

27-11-2008

Caleg Fogging Kampung Melayu, Warga Antusias


Dinkes Ingatkan untuk Koordinasi
Banjarmasin, BARITO
Menyadari pada saat pergantian musim seperti sekarang, kasus Demam Berdarah (DB) akan bermunculan, dan sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memberantas “aedes aigepty” nyamuk penyebab DB, sejumlah calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) melakukan fogging di kawasan Kampung Melayu .
Kegiatan fogging yang dikomandani Caleg Nomor 1 PNBK Dapil 1 Kecamatan Banjarmasin Tengah , M Aflah ini dilakukan kesekian kalinya setelah sebelumnya digelar di kawasan Kelurahan Skip Lama, Teluk Dalam, dan Seberang Mesjid
Fogging massal yang yang digelar mulai pukul 09-00 Wita tersebut ''membombardir'' aedes aigepty di SD Melayu 5 dan 11, Gang Amal RT 9, Mesjid Ar Rahman dan sekitarnya hingga kegiatan berakhir di SMPN 6 .
Kegiatan fogging yang digagas Aflah dkk ini disambut antusias warga Kampung Melayu.”Kegiatan ini sangat positif apalagi kawasan ini jarang dilakukan fogging. Soal politik kita tak masalah jika memang positif,” aku Ismail Husin , warga Kampung Melayu RT 8 samping Mesjid Ar-Rahman.
Senada disampaian Ilok, warga Gang Amal RT 9 yang menyambut baik kegiatan fogging itu karena menurutnya kegiatan dilakukan untuk orang banyak guna mengantisipasi DB.”Kenapa tidak, soal ada misi politik atau tidak yang jelas kegiatan ini berguna bagi warga, daripada hanya janji , ini ka nada bukti,” ucap Ilok.
Aflah kepada wartawan ketika dikonfirmasi mengatakan kegiatan fogging sebaiknya tidak dihubungkan dengan pencalonan dirinya sebagai wakil rakyat dari PNBK untuk Kecamatan Banjarmasin Tengah “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sebagai anggota masyarakat saja “ ucap kontraktor muda yang mengaku membeli sendiri peralatan dan bahan fogging-nya itu dan berkoordinasi dengan puskesmas
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Hj Rosaly Gunawan menyatakan tak masalah jika caleg melakukan fogging massal dengan catatan berkoordinasi dengan dinas kesehatan yang mengetahui kawasan yang menjadi daerah endemis DB. “Jangan sembarangan fogging, bagaimana jika terjadi apa-apa, dinas kesehatan tidak bertanggung-jawab,”tegas Rosaly . Meski demikian jika memang sudah diawasi oleh dinas kesehatan atau puskesmas dia tak mempermasalahkannya.”Namun yang pasti dinkes tidak pernah menjual bahan-bahan untuk fogging.Bubuk abate juga kita gratiskan untuk masyarakat,”ingatnya
mr’s

27-11-2008

Formasi Dokter Gigi tak Ada Pendaftar

Standar IP di Beberapa Formasi Diturunkan
Banjarmasin, BARITO
Hingga hari ketiga pendaftaran CPNS di lingkungan Pemko Banjarmasin ternyata masih ada beberapa formasi yang belum terisi pelamar. Lowongan yang masih kosong pendaftar ini dari formasi tenaga kesehatan, yakni dokter gigi, padahal batas waktu pendaftaran hanya tersisa dua hari lagi yakni pada 27 November 2008 dan tingkat standarisasi Indeks Prestasinya pun juga tidak ditentukan. Hal itu diduga dikarenakan rendah atau bahkan mungkin tidak adanya sumber daya yang menguasai bidang itu, juga didaerah ini tidak ada lembaga pendidikan yang khusus membidangi jurusan dokter gigi. “Tidak adanya pelamar calon dokter gigi, diduga dikarenakan tidak adanya sumber daya yang menguasai bidang itu dan juga karena didaerah kita tidak ada lembaga pendidikan yang khusus untuk bidang dokter gigi, namun untuk dokter umum didaerah kita telah ada,” jelas. Kasubbid Sub Bid Seleksi Badan Kepegawaian Kota Banjarmasin Drs Ahmad Sauki kepada wartawan, Selasa (26/11)
Tidak adanya pelamar CPNS untuk formasi dokter gigi menyebabkan tidak terisinya alokasi formasi CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Namun demikian untuk tenaga medis lain seperti dokter umum peminatnya masih ada meski belum bisa dikatakan cukup menggembirakan.
Sementara untuk calon tenaga pendidik pada penerimaan tahun ini juga terjadi tingkat penurunan, hal ini diduga dikarenakan tingginya tingkat standarisasi Indeks Prestasi bagi tenaga Guru yakni IP 3.00, juga dikarenakan para pelamar CPNS lebih memilih melamar ke daerah-daerah yang memberikan kelonggaran standar Indeks Prestasi.
Ahmad Sauki menjelaskan hal ini diduga karena penurunan jumlah pelamar untuk tenaga pengajar atau guru dikarenakan tingginya tingkat standarisasi Indeks Prestasi (IP) yang diterapkan Pemerintah kota Banjarmasin yakni IP 3.00, hingga para pelamar kesulitan untuk memenuhi syarat tersebut. “Penurunan tingkat pelamar untuk tenaga pendidik ini diduga dikarenakan tingginya penerapan standar IP pada tahun ini, hingga mereka lebih memilih untuk melamar ke daerah,” ujar Sauki.
Padahal pada awalnya peningkatan tingkat standar IP bagi calon guru untuk wilayah kota Banjarmasin itu dimaksudkan agar para calon pelamar bisa didistribusikan ke daerah yang dulunya sepi peminat, namun pada kenyataannya kota Banjarmasin sendiri juga kekurangan pelamar untuk kategori pendidikan.
Khusus untuk tenaga pengajar bidang studi Penjaskes, Geografi, Fisika dan Kesenian, akan dilakukan penurunan standar IP dari 3.00 menjadi 2.75, sesuai hasil rapat. Dan untuk menyikapi hal itu nanti akan dilakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pihak Unlam yang mempunyai kualifikasi jurusan itu, termasuk media massa.
“Sedangkan untuk formasi tenaga teknis D-III persungaian dan DLLAJ, serta S1 Transportasi Darat, juga tidak ada perbedaan dengan dokter gigi, karena juga mengalami gejala yang sama yakni tidak adanya pelamar calon PNS, padahal pada tahun 2009 mendatang mereka dibutuhkan untuk mengisi dinas yang baru dan IP yang diterapkan 2.50.”urai Sauki
Sementara untuk perpanjangan waktu pendaftaran jika masih terjadi kekosongan formasi, pihak BKD kota akan mengajukan ke pihak BKD provinsi, dibolehkan atau tidak
Data terakhir pelamar CPNS dilingkungan BKD Kota Banjarmasin Tenaga pengajar 241 orang, Tenaga kesehatan 115 orang namun didominasi perawat, dan teknis 718 orang, dengan total jumlah pelamar CPNS 1.074 orang.
M-01/mr’s

26-11-2008

Keliling Kota

Tanamkan Nasionalisme Pelajar melalui Seni Tradisional
Banjarmasin, BARITO
Para pelajar di Banjarmasin hendaknya memiliki wawasan global, namun jangan sampai menghilangkan jiwa nasionalisme. Demikian pesan singkat yang disampaikan Kepala Dinas Infokom Kota Banjarmasin H Bambang Budiyanto saat memberikan sambutan di hadapan para pelajar sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RBI) SMP Negeri 6 Banjarmasin, di sela-sela kegiatan pertunjukan Seni Tradisional Mamanda kerjasama Dinas Infokom Kota Banjarmasin dengan Badan Informasi Publik Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Sabtu (22/11).
Menurutnya, untuk menjawab tantangan zaman saat ini, penguasaan informasi dan teknologi merupakan suatu keharusan, tak terkecuali bagi para pelajar di Kota Banjarmasin juga hendaknya dapat mengikuti dan memahami serta menerapkan IT sesuai dengan kebutuhan, agar tidak tertinggal dengan pelajar dari negara lain, terutama yang menyangkut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Segala informasi dan berita dari belahan bumi manapun akan mudah diakses, seperti melalui internet. Namun demikian menurut Bambang, mudahnya mendapatkan informasi di era globalisasi saat ini juga membawa dampak pada perubahan pola sikap dan prilaku yang kurang baik jika tidak diantisipasi sedini mungkin, salah satunya adalah rasa nasionalisme yang semakin menipis serta semakin ditinggalkannya seni budaya daerah.
Dilatar belakangi pemikiran tersebut, dengan mengambil momentum Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan tahun 2008, Dinas Infokom Kota Banjarmasin menggelar Pertunjukan Seni Tradisional, sebagai salah satu upaya untuk menanamkan jiwa nasionalisme, kepahlawanan serta semangat persatuan dan kesatuan di kalangan pelajar dan generasi muda, terutama untuk mengenalkan kembali, melestarikan serta menumbuhkan rasa cinta pada seni tradisional, maka melalui Media Tradisional Sabtu kemarin dilaksanakan Seni Mamanda oleh kelompok Kesenian Tradisional Teater Banjarmasin dengan judul lakon “Menuntut Janji”.
Menurut H Zaini selaku Pimpinan Teater Banjarmasin, seni Mamanda merupakan sarana penyampai Informasi Publik yang cukup digemari masyarakat Kalimantan Selatan. Seni Mamanda sendiri ditampilakan dengan ringan dan lucu, serta sarat dengan nilai-niali budaya serta moral yang tumbuh di masyarakat.
Ditambahkan Bambang, seni Mamanda merupakan wahana penyebaran informasi, baik berupa kebijakan atau peraturan pemerintah, sehingga segala informasi akan lebih cepat, tepat, akurat, dan merata diterima seluruh lapisan masyarakat, yang pada gilirannya diharapkan terjalin komunikasi dua arah, sekaligus kerjasama kemitraan antara Pemerintah dan masyarakat.
mr’s



Sungai Jingah Wakil Banjarmasin ke P2WKSS
Banjarmasin, BARITO
Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara akan bersaing dengan 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dalam lomba Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan Gerakan Sayang Ibu (GSI) tahun 2008.
Tim penilai lomba provinsi yang berasal dari lintas instansi, seperti Disnakertrans dan Koperasi, Dinkes, PKK, Disperindag, BKKBN, Depag, serta BPMP, mengunjungi sekaligus melakukan penilaian P2WKSS dan GSI di Kelurahan Sungai Jingah.
Menurut Ketua Tim penilai lomba Hj Siti Mariam, sejak dicanangkannya Revitalisasi P2WKSS dan GSI pada tagun 2007, keberadaan kedua program tersebut dirasakan sangat besar manfaatnya dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas perempuan di tingkat kelurahan/desa.
Program P2WKSS dan GSI diharapkan dapat diintegrasikan dengan program-program lainnya, seperti bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan politik, termasuk program Buta Aksara dan upaya mengurangi angka kematian Ibu Hamil dan Bayi saat melahirkan.
Wakil Walikota Banjarmasin H Alwi Sahlan mengatakan P2WKSS merupakan metode pendekatan dalam rangka pemberdayaan perempuan dan masyarakat untuk menuju keluarga sehat sejahtera. Ia berharap Kelurahan Sungai Jingah menjadi juara pertama lomba P2WKSS dan GSI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2008, seperti yang diraih Kota Banjarmasin pada tahun 2007 yang lalu.
Sementara itu Ketua TP PKK Kelurahan Sungai Jingah, Herni mengatakan GSI adalah gerakan yang dilaksanakan masyarakat bersama pemerintah yang merupakan gerakan kemanusiaan bersifat nasional dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak. GSI merupakan upaya untuk mempercepat penurunan kematian ibu hamil, sekaligus meningkatkan serta mengembangkan kualitas SDM ibu-ibu dan kaum wanita.
Di Kelurahan Sungai Jingah telah dibentuk Satgas GSI sejak 17 Juli 2006, dan hingga September 2008 jumlah pasangan subur sebanyak 3.905 & ibu hamil 128 orang.
mr’s