Selasa, 24 Februari 2009

Tala Belajar ke PDAM Bandarmasih


DIALOG : Direktur Utama PDAM Bandarmasih Drs H Zainal Arifin, MSi didampingi Direktur Umum Rahmatullah, SE saat memberikan penjelasan kepada Pansus DPRD Tala dan Dirut PDAM Tala Rusdi Azis SE yang melakukan kunjungan kerja, kemarin (Foto : Mer’sBrt)

Banjarmasin, BARITO 
Pansus II DPRD Tala bersama dengan Direktur Utama PDAM Tala, Rusdi Azis SE Selasa (24/2), melakukan kunjungan ke PDAM Bandarmasih. Kedatangan rombongan ini diterima langsung oleh Direktur Utama PDAM Bandarmasih Drs H Zainal Arifin, MSi didampingi Direktur Umum Rahmatullah, SE. 
Menurut Ketua Pansus II DPRD Tala Aus Al Ansyari, kedatangan mereka ke PDAM Bandarmasih dalam rangka melakukan studi banding.guna penyusunan raperda sesuai Kepmendagri Nomor 4 Tahun 2007
”Sebelum melakukan kunjungan ke PDAM Bandarmasih, kami telah melakukan studi banding ke PDAM Medan,” ujarnya usai dialog
Aus pun menjelaskan kondisi PDAM Tala saat ini sangat memerlukan perhatian khusus Pemerintah Tanah Laut (Tala). Karena keberhasilan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) sangat tergantung dari bantuan APBD. ”Mengingat saat ini PDAM Tala masih belum bisa mengharapkan pendapatan dari pelanggan yang jumlahnya masih sedikit,” ucapnya. 
Aus pun mengungkapkan saat ini pemerintah Tala tengah melakukan pembangunan pelabuhan dan rumah sakit, yang memerlukan sarana air. Karena itu, tambah Aus, pemerintah Tala harus memperhatikan sarana dan prasarana PDAM Tala,” tuturnya. 
Jadi dengan ini, ucap Aus, Pemerintah Tala harus berani memberikan suatu kepastian penyertaan modal kepada perusahaan daerah seperti PDAM Tala. 
Senada dikatakan Direktur Utama PDAM Tala Rusdi Azis SE alasan mereka memilih kunjungan kerja ke PDAM Bandarmasih, karena perusahaan daerah ini merupakan barometer PDAM di Kalsel.
Direktur Utama PDAM Bandarmasih Zainal Arifin menerangkan kedatangan rombongan dari pansus II DPRD Tala ke PDAM Bandarmasih untuk belajar mengenai rencana peraturan daerah (raperda) tentang organ PDAM yang bersangkutan dengan dewan pengawas, direksi, serta kepegawaian PDAM khususnya yang menyangkut Kepmendagri Nomor 4 Tahun 2007. ”Dalam rangka pembuatan raperda itu maka mereka melakukan dialog dengan kami, karena PDAM Bandarmasih telah memiliki perda tersebut,” terang Zainal mengenai kedatangan pansus II DPRD Tala ini. mr’s

DITERBITKAN 25-02-2009

http://wartaputradayak.blogspot.com/

Sumardi dan Norrahmiati Raih Hand Phone



 PEMENANG KUIS-Sumardi dan Norrahmiati, pemenang kuis website Partai Golkar Kalsel menerima hadian hand phone, yang diserahkan Ketua Harian Partai Golkar Kalsel, Nasib Alamsyah dan Wakil Ketua Bidang Humas dan Masmed, Lili Irianti Mala, SH, didampingi pengurus harian, Sophan Sopiandi, SE dan Bendahara, H Anang Yusni.(masmed-golkar)


Komentar Website Golkar Kalsel Terbaik 

Banjarmasin, BARITO
Sumardi pemilik email adimuliacoal@yahoo.com dan Noorahmi pemilik email Noorahmi @yahoo.co.id berhasil meraih satu buah hand phone dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baik Sumardi maupun Noorahmi merupakan pemenang komentar website www.golkarkalsel.com, situs resmi Partai Golkar Kalsel yang diluncurkan sekaligus diresmikan Ketua DPD Partai Golkar Kalsel HA Sulaiman HB , Rabu (11/2) lalu 
Sekadar diketahui sebagai bentuk apresiasi, Partai Golkar Kalsel memberikan hadiah untuk anda warga Kalsel yang telah memberikan komentarnya pada kolom suara aspirasi anda
Komentar tersebut selanjutnya akan diseleksi dan akan dipilih dua komentar terbaik yang akan mendapat 2 buah handphone setiap minggunya
Dan pada hari terakhir atau minggu keempat akan mendapat 1 buah sepeda motor 
Hasilnya, untuk minggu pertama, dari 115 komentar yang masuk pada kolom suara, oleh Partai Golkar Kalsel dipilih 30 komentar terbaik hingga akhirnya terpilih Sumardi warga Jalan Cempaka 11 Nomor 8A RT 20 Banjarmasin dan Norrahmi, warga Andai Jaya Persada Nomor 26 RT 73 Banjarmasin yang berhak mendapatkan satu buah hand phone.
Sumardi dan Noorahmiati usai mengambil hadiah hand phone di Kantor DPD Partai Golkar Kalsel , Jalan Lambung Mangkurat mengaku menyambut baik dengan diluncurkannya situs resmi DPD Partai Golkar Kalsel .  
Melalui situs www.golkarkalsel.com papar Sumardi, masyarakat penggemar dunia maya bisa lebih mengetahui baik program-program, visi misi bahkan kegiatan Partai Golkar Kalsel “ Setelah saya melihat website Partai Golkar Kalsel, saya kira tak perlu masukan. Yang penting pertahankan program dan visi - misi yang selama ini telah dijalankan” ungkap pengusaha batu bara yang ternyata juga kader Beringin dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar .
Senada dikatakan Noorahmi, dia mengetahui situs Golkar Kalsel diluncurkan melalui koran.
Apa yang dilakukan Golkar Kalsel menurut Dosen STIEI Banjarmasin ini sangat tepat, melakukan promosi dengan memanfaatkan tekhnologi.”Sebagai masyarakat dengan kesibukan yang ada, tentu kita tak mungkin harus menghadiri sosialisasi Program Partai Golkar Kalsel . Dengan membuka website kita jadi tahu visi dan misi partai” ujar mantan anggota Panwaslu Kota Banjarmasin ini.
Keponakan anggota Dewan Penasihat DPD Partai Golkar Kalsel H Syamsuri Jingga ini melihat strategi Partai Golkar Kalsel untuk menjaga loyalitas kader melalui program Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diundi untuk mendapatkan hadiah Umroh dan Tour Wali Songo sangat baik”Sebab selama ini masyarakat cerdas, mereka tentu tak mau diiming-iming dengan janji. Dengan program yang jelas, tentu kepercayaan masyarakat juga baik
  Menurut Administrator situs Partai Golkar Kalsel, Ichal, situs www.golkarkalsel.com, minggu depan DPD Parrai Golkar Kalsel kembali akan melakukan seleksi terhadap komentar yang masuk untuk mendapatkan dua buah hand phone bagi dua komentar terbaik . “Dan minggu keempat atau terakhir kita akan pilih komentar terbaik yang akan mendapatkan hadiah satu buah sepeda motor. Bagi pemenang tetap terbuka kesempatan dengan mengirimkan kembali komentarnya”pungkas Juara II Lomba Desain Web se-Kalsel ini-
mr’s

“Pesan Ayah dan Message Secret Nomor 23”

Saya tidak pernah lupa betapapun dimanapun kalau bicara pemilu, waktu itu tahun 1975 Bapak saya memanggil seluruh anaknya 5 orang duduk bersama dan Bapak saya berpesan untuk terakhir kalinya dan disapa dengan ramah dari yang anak tertua ke yang muda : " Asiah, Sriatin, Sriani, Sumardi, Ardiansyah " bagaimana keadaan kalian? 
" kami semua baik pak sahut yang tertua, nampaknya kami yang ber 4 tak mampu menjawab sebab berlinang airmata, tahu keadaan Bapak sudah tak lama lagi dipanggil Allah SWT, karena sudah uzur (tua), beliau salah satu pejuang Veteran RI Kal- Sel …..dst 
"" Kalau kalian memilih pilihlah yang dapat mengayomi, pilihlah yang mengayomi kalian, cari pohon, kalian bisa bernaung jika datang hujan atau panas ""… dst 
Aku berfikir sebaiknya tanya mama saja biar jelas, aku memberanikan diri tanya ke mama : 
" Ma, apa ya maksud Bapak seraya aku menjelaskan mengikuti perkataan Bapak tadi : 
" itu maksud Bapak mu Pohon Beringin biar tidak kehujanan dan kepanasan kalau dibawahnya " " OOOO , itu partai Golkar ya ma, kataku 
" iya benar " kata mama 


Dialog antara seorang ayah dan lima putra –putrinya itulah yang selalu diingat dan tak dilupakan oleh Sumardi ketika berada di layar komputer dan membuka situs www.golkarkalsel.com 
Pemilik email adimuliacoal@yahoo.com yang mendapatkan satu buah hand phone dari DPD Partai Golkar Kalsel untuk komentar terbaik pada kolom suara anda di situs www.golkarkalsel.com itu tentu saja akan selalu mengingat pesan (alm) sang ayah tercinta”Karena pesan ayah itulah hingga kini saya tetap setia sebagai kader beringin sejak tahun 1960” terang warga Jl Cempaka II Nomor 8 A Banjarmasin ini 
Sumardi mengenang pada tahun 1993 lalu saat dia menekuni usaha batu-bara dan diundang ke Jakarta untuk mengurus bisnisnya.” Karena saya kader Golkar, oleh Azhar Mawardi (waktu itu Pengurus Departemen Koperasi Wiraswasta DPP Partai Golkar) saya dibawa ke Ketua Umum Partai Golkar H Harmoko waktu itu” kenangnya usai mengambil hadiah hand phone di Kantor DPD Partai Golkar Kalsel , Senin (23/2)
Sumardi mengaku sangat dihargai oleh pengurus DPP Partai Golkar waktu itu hingga dia pun dibuatkan Kartu Tanda Anggota Partai (KTA) Golkar DPP.”Saya juga sangat dibantu dalam mengurus usaha saya. Itulah hingga kini saya tetap percaya betapa bergunanya memiliki KTA Partai Golkar. 
Sumardi mengakui, Partai Golkar khususnya Partai Golkar Kalsel sejak dipimpin HA Sulaiman HB sangat banyak terjadi perubahan dan kemajuan terutama orientasinya ke masyarakat “Hanya satu saran saya, pertahankan saja program yang selama ini dilakukan terutama orientasinya ke masyarakat”pungkasnya.
Senada dikatakan Noorahmi pemilik email Noorahmi@yahoo.co.id yang juga meraih satu buah hand phone dari DPD Partai Golkar Kalsel yang mengisi kolom suara anda di situs www.golkarkalsel.com dengan tema pesan rahasia (message secret). 
Melalui pesanya Noorahmi menuliskan Golkar itu adalah Growth of Leader Kindness (tumbuhnya pemimpin yang mempunyai karakter mulia ),oleh karena itu para kader golkar khususnya yang berada di Kalimantan Selatan harus memahami pemimpin yang berkarakter mulia, maka harus memperhatikan mesage secret (pesan rahasia) surat 23 (Al mu'minun) sesuai dengan nomor urut Golkar 23. 
Angka 23 adalah angka yang prima karena hanya habis dibagi oleh dirinya sendiri dan Allah itu prima. Minimal ada 10 pesan rahasia dari surat Al Mu'minun yaitu : “Tak banyak yang saya berikan komentar untik Partai Golkar Kalsel yang paling penting ingat saja surat 23 (Al mu’minum) sesuai dnegan nomor urut Golkar 23” tukas Dosen STIEI Banjarmasin ini kepada masmed Partai Golkar Kalsel usai mengambil hadiah hand phone, kemarin
mr’s

DITERBITKAN 25-02-2009

http://wartaputradayak.blogspot.com/

Senin, 23 Februari 2009

Melongok Kampung Bersih di Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya (2)

DAUR ULANG SAMPAH : Setiap KK di Kampung Anggrek Kertajaya IV C RT 07 /RW 13 mampu mendaur ulang sampah organik menjadi kompos (foto Mer’s/Brt)

 
*Kuncinya Kekompakan dan Konsistensi Warga

PREDIKAT kota terkotor nomor dua untuk kategori kota besar memang cukup mengagetkan, meski Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni dan H Alwi Sahlan telah bekerja keras untuk mewujudkan Banjarmasin yang bersih dan bebas dari sampah. Setiap warga manapun, termasuk warga Banjarmasin, tentu menginginkan lingkungan tempat tinggalnya yang bersih, asri, sehat dan tentu saja nyaman . Untuk mewujudkan itu, mungkin tak ada salahnya kita mencoba meniru kiat dari warga Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya, yang menjadi Juara Kampung Bersih (Green n Clean) 2006 baru-baru ini

Oleh Mercurius

Pada tulisan bagian pertama, disebutkan, keindahan anggrek yang menjadi salah satu maskot atau ikon kampung yang memiliki 118 Kepala Keluarga (KK) itulah, sehingga mampu meraih Juara Kampung Bersih (Surabaya Green and Clean 2006) . Lantas,apakah hanya itu saja, membuat kampung anggrek terpilih sebagai juara? Tentu saja tanpa didukung lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah, tak mungkin gelar itu diraih. Kampung Anggrek sendiri cukup luas, dengan panjang jalan sekitar 370 meter dan lebar 6 meter. Perlu tenaga ekstra untukmenjaga kebersihan dan perawatan kampung.”Namun itu bukan masalah lagi karena kesadaran warga tentang kebersihan sudah terbentuk sejak lama” beber Koordinator Seksi Lingkungan Hidup, Kampung Anggrek Kertajaya IV C RT 07/RW 13. Gatot Sumianto. Sekadar diketahui, pengurus PKK Kampung Anggrek, selain dilengkapi kelompok Dasa Wisma, juga dilengkapi 8 kader lingkungan serta 1 juru pengamat jentik (jumantik). Soal pengelolaan sampah, warga disana sudah memilah dan mengolah sampah (daur ulang) menjadi kompos. Untuk setiap 10 KK, disediakan satu drum besar untuk komposter aeorob untuk rumah tangga (pendaur ulang sampah) melalui bimbingan para kader-kader lingkungan yang merupakan ujung tombak dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Namun tambah Ketua RT, Budiman, terlepas dari semua itu, kunci yang paling embuat kampung mereka meraih poin tertinggi adalah kekompakan dan konsistensi warga untuk mewujudkan kampung yang bersih dan hijau. Maksudnya, yang menjaga kebersihan tidak hanya para ibu atau bapak saja. Anak-nakanpun ikut mewujdukan kampung yang green and clean (hijau dan bersih). Kedepan, beber Budiman, Kampung Anggrek ini diproyeksikan menjadi kampung wisata, dengan mengandalkan, anggrek sebagai ikon. Alasannya, anggrek sangat sulit dikembangkan di iklim Kota Surabaya yang panas. 

Berkaca dari, Kampung Anggrek Kertajaya IV C RT 7/RW 03, jika dikaitkan dengan tekad Walikota Banjarmasin H A Yudhi Wahyuni yang ingin meraih Adipura 2007 mendatang, tentu sebuh tekad yang bisa diwujudkan. Tentu saja melalui kekompakan dan konsistensi warga yang sadar bahwa kebersihan adalah sebagian daripada iman ! Karena itu marikita wujudkan Banjarmasin yang bersih, sehat dan asri. Semoga
*****

DITERBITKAN : 11-07-2006
http://wartaputradayak.blogspot.com/

Melongok Kampung Bersih di Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya (1)


KAMPUNG ANGGREK : Selain didukung lingkungan yang asri, bersih, dan sehat,, di setiap rumah warga ataupun di sudut-sudut jalan, Kampung Kertajaya IV C RT 07selalu dihiasi tanaman anggrek, sehingga terlihat indah dan sedap dipandang mata (Foto: Mer’s/Brt)


* Kawasan Asri Sehat dengan Ikon Anggrek

 PREDIKAT kota terkotor nomor dua untuk kategori kota besar memang cukup mengagetkan, meski Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni dan H Alwi Sahlan telah bekerja keras untuk mewujudkan Banjarmasin yang bersih dan bebas dari sampah.Setiap warga manapun, termasuk warga Banjarmasin, tentu menginginkan lingkungan tempat tinggalnya yang bersih, asri, sehat dan tentu saja nyaman . Untuk mewujudkan itu, mungkin tak ada salahnya kita mencoba meniru kiat dari warga Kertajaya IV C RT 07/RW 13 Surabaya, yang menjadi Juara Kampung Bersih (Green n Clean) 2006 baru-baru ini


Mercurius, Banjarmasin

Saat akan memasuki kampung Kertajaya IV C RT 07/RW 13, Kecamatan Gubeng, Surabaya (Jawa Timur), sejauh mata memandang, terhampar pemandangan rumah warga yang selalu berhiaskan tanaman anggrek berwarna-warni, dari mulai saat anda memasuki pintu gerbang hingga sudut-sudut rumah warga manapun di kampung yang dijuluki kampung anggrek itu.
Ya! Keindahan anggrek itulah yang menjadi salah satu maskot atau ikon kampung yang memiliki 118 Kepala Keluarga (KK) itu, sehingga mampu meraih Juara Kampung Bersih (Surabaya Green and Clean 2006) yang diumumkan pada 20 April lalu, setelah pada tahun sebelumnya, atau tahun 2005, kampung ini hanya berhasil menempati urutan kedua.  
Menurut Ketua RT 07 /RW 13 Kampung Kertajaya IV C, Budiman, kebiasaan menanam anggrek di kampungnya berawal dari hobi dari salah seorang warga, Hj Moertini Sucipto, pada tahun 1990, yang menularkannya kepada warga lainnya, yakni Yatna Gatta. Kemudian, setelah tanaman anggreknya berhasil tumbuh, wanita yang kini menjadi Penasihat Pengurus PKK Kampung Anggrek Kertajaya ini, menanam anggrek di kedua mulut kampung itu.”Nah, keindahan anggrek itu akhirnya memacu warga lainnya untuk turut menanam anggrek di rumah nya masing-masing,” beber Budiman.  
Agar kebiasaan menanam anggrek ini tetap lestari di kampung yang jumlah penduduknya saat ini berjumlah 323 jiwa ini, menurut Budiman, ada kiat-kiat yang dilakukan. Di antaranya, menggali kesadaran masyarakat, misalnya di setiap rumah minimal harus ada dua tanaman anggrek. Dan salah satu kiat utamanya, setiap warga yang mengurus KTP atau KK, diwajibkan membawa satu tanaman anggrek atau toga, melalui pengurus 5 (lima) Dasa Wisma RT 07 Kampung Anggrek Kertajaya, yang nama dasawismanya diambil dari nama-nama buah itu. 
“Tanaman itu kemudian dikembalikan lagi ke kampung, di rumah warga mana atau sudut perumahan yang perlu ditanami lagi anggrek.” beber Budiman, yang dibenarkan, Ketua PKK Kampung Anggrek Kertajaya, Ny Neneng Budiman, didampingi beberapa pengurus lainnya, termasuk Koordinator Seksi Lingkungan Hidup, RT 07, Gatot Sumianto, kepada beberapa wartawan Banjarmasin, termasuk wartawan Barito Post yang berkunjung ke kampung itu, Senin (3/7) baru-baru tadi. 
Dan untuk kiat itu, mereka memiliki slogan, yang namanya Sajisapo, Satu Jiwa Satu Pohon
bersambung…

DITERBITKAN 10-07-2006

http://wartaputradayak.blogspot.com/

Alwi Ragukan Kebijakan Konversi Mitan ke-Elpiji


*Sering hanya Untungkan Keluarga Dekat
Banjarmasin, BARITO 
 Wakil Walikota (Wawali) Banjarmasin, Drs Alwi Sahlan, MSi tampaknya meragukan program pemerintah tentang konversi pemakaian minyak tanah (mitan) ke liquified petroleum gas (LPG) atau elpiji. 
Program konversi miran ke elpji agar tidak tergesa-gesa dan perlu pemikiran, karena dikhawatirkan justru dapat menyusahkan dan memberatkan rakyat, katanya kepada wartawan, Jumat (4/4)  
Alwi Sahlan mengkhawatirkan dalam kebijakan konversi mitan ke elfiji itu maksudnya untuk kesejahteraan rakyat tetapi nantinya justru menguntungkan hanya sebagian orang saja. “Beberapa kali pengalaman sebelumnya kebijakan nasional yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan berkaitan dengan perekonomian selalu menguntungkan sebagian orang saja atau keluarga dekat” sindir mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalsel yang dikenal . 
Makanya dalam soal konversi mitan ke elfiji ini perlu pula dicermati keuntungan bagi siapa kebijakan ini, tetapi kalau memberatkan masyarakat luas sudah selayaknya kebijakan ini ditolak saja, namun sebaliknya kalau bagi kepentingan umum seharusnya pula kebijakan ini didukung sepenuhnya. 
Selain itu, pemerintah pusat harus benar-benar mengatur dalam masa transisi tersebut, jangan sampai menimbulkan gejolak, seperti ketika mitan ditarik di peredaran tabung gas menghilang, atau harganya sangat mahal, atau gasnya yang tidak ada, akhirnya terjadi keresahan akibatnya bukan menambah kestabilan melahan menimbulkan masaah baru. 
Apalagi untuk saat ini agaknya tidak ada alternatif lain bagi rumah tangga dalam pemanfaatan bahan bakar, kecuali menggunakan minyak tanah atau gas elfiji tersebut, masalahnya kalau kembali ke zaman dulu menggunakan kayu, kayunya sudah tidak ada lagi. 
Begitu juga kalau memanfaatkan briket batubara atau arang, siapa yang memulai memproduksi itu, lalu bagaimana tempat pembakarannya dan sebagainya, semua itu harus benar-benar dipikirkan. 
Oleh karena itu, tambahnya Pemko Banjarmasin mendukung kebijakan pemerintah pusat itu bila penerapannya melalui proses yang benar dan tidak memberatkan masyarakat luas. 
Sementara berdasarkan sebuah pemberitaan, pemerintah menunjuk Pertamina sebagai pelaksana konversi minyak tanah ke elpiji. Kendati demikian pemerintah masih membuka kesempatan kepada badan usaha lain untuk masuk ke bisnis ini. 
Program konversi minyak tanah ke elpiji pada tahun 2007 hingga akhir tahun 2010 akan dilakukan di 17 kota yang tersebar di Jawa dan luar Jawa. Pelaksanaan konversi akan mempertimbangkan kedekatan dengan sumber bahan baku gas elpiji dan kemampuan fasilitas tangki timbun elpiji yang tersedia. 
Ke-17 kota itu adalah Medan, Batam, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Cilegon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Ampenan, Balikpapan, Banjarmasin, dan Makassar.
ant/mr’s

DITERBITKAN 04-04-2008

http://wartaputradayak.blogspot.com/

Padi Kampanye Anti Narkoba di Diskotik Athena

Banjarmasin, BARITO
Siapa bilang diskotik selalu identik dengan peredaran narkoba, nyatanya diskotik bisa difungsikan untuk sebuah pertunjukkan musik berkelas. Setidaknya demikian imej yang coba dibangun pihak Banjarmasin One Stop Entertainment (BOEC) Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) yang mengelola diskotik Athena, 
Tak tanggung-tanggung, pihak BOEC mendatangkan salah satu kelompok musik anak muda papan atas, Padi yang akan menggelar konser sekaligus kampanye anti narkoba di diskotik Athena, Jumat (2/12) malam besok, mulai pukul 19.30 wita . 
 Menurut General Manager HBI, Dianto, pihaknya sengaja merubah konsep diskotik yang biasanya digeber dengan irama house music menjadi sebuah panggung pertunjukkan, khusus pada malam itu.”Sebenarnya ini proyek rugi, namun hal ini perlu kita lakukan untuk merubah imej diskotik yang selalui diidentikkan dengan narkoba. Ini lo diskotik bisa menjadi tempat pertnjukan musik” ujar Dianto didampingi Manajer dan Marketing BOEC, Djujum dan Yanti, kepada wartawan, Rabu (30/11)  
Oleh karena itulah, rencananya ditengah-tengah pertunjukkan yang bertajuk Say No To Drug With Padi itu, akan ada sedikit penyuluhan narkoba baik oleh Padi sendiri atau dari Polda Kalsel.”Sebenarnya, Ketua BNP Kalsel yang juga wagub kita, H Rosehan yang rencananya akan memberikan penyuluhan, namun karena pada malam itu beliau berhalangan, mungkin nantinya dari Polda Kalsel” tambah Dianto.
Konsep panggung sendiri akan disetting dengan ukuran 10 x 7 meter, sehingga dengan kapasitas rata-rata 4000 pengunjung, setidaknya masih bisa menampung lebih kurang 3500-an sobat Padi malam besok. Selain Padi, timpal Djujum, penonton juga akan dihibur penampilan energik DJ Energy dan breaker nasional, yang akan membawakan lau-lagu berirama Rhythm n Blues (R&B) dan Hip Hop.
Khusus untuk keamanan penonton, Djujum menjelaskan, pihak BOEC, selain menyiapkan klinik dan dokter serta peralatan pernafasan. Juga kekhawatiran akan terjadi hal yang tak diinginkan diharapkan kemungkinan tak akan terjadi. Sebab panitia sendiri telah mengantisipasi jumlah tiket yang disesuaikan dengan kapasitas diskotik.”Pintu keluar masuk juga ada dua, di lantai 5 dan 6 (Box dan VIP Room) untuk VIP” tambahnya. Menurut Yanti, harga tiket-rata-rata untuk kelas festival Rp80 000, sedangkan untuk box dengan jumlah 5 dan 10 penonton rata-rata Rp1-1,5 juta, dengan fasilitas snack dan minuman ringan. Sementara tiket kelas VIP dengan jumlah 8 dan 12  
Penonton harga tiket mulai Rp2-3 juta.”Pembelian tiket mulai dari sekarang di radio DBS, Nusantara, Ash-Bone, Gema FM serta di HBI sendiri melalui resepsionis atau di BOEC ” sebut Yanti.
Bagaimana penampilan Piyu [gitar], Rindra [bas], Fadly [vokal], Yoyok [drum], dan Ari [gitar] di diskotik Athena? Kita tunggu jawabannya Jumat malam besok.
Mer’s

DITERBITKAN 01-12-2007

http://wartaputradayak.blogspot.com/

Minggu, 22 Februari 2009

*Dewi Persik Kagumi Sungai di Kalsel


LAHAP NON : Dewi Persik memang sosok artis berkepribadian sederhana, tanpa canggung si goyang gergaji ini makan nasi bungkus yang dibeli langsung dari pedagang pasar terapung yang menggunakan jukung (perahu)  disela-sela mendampingi hukumnya Hj Endah E Murnalita SH yang juga Caleg DPR-RI Dapil 1 Kalsel saat membuka lomba dayung tradisional di Desa Terantang Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola)
(Foto : Mer's/Brt) 

PILIH YANG MANA : Dewi Persik bersama kekasihnya Aldi Taher dan kuasa hukumnya Hj Endah E Murnalita SH yang juga Caleg DPR-RI Dapil 1 Kalsel membeli buah-buahan dari Jukung disela-sela pembukaan lomba dayung tradisional di Desa Terantang Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, Minggu (23/2)
 

AKRAB  :Dewi Persik bersama wartawan Barito Post, Mercurius dan Kalimantan Post, Hj Sunarti saat berada di Speed Boat menuju Desa Terantang Kecamatan Mandastana Kabupaten Batola mendampingi  Hj Endah E Murnalita bersama Ketua DPD Partai Hanura Kalsel H Aliansyah Effendy membuka lomba dayung tradisional di Desa Terantang Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, Minggu (23/2) (Foto : Mer's/Brt)

Airnya ’’Butek” tapi tak Berbau 

KALIMANTAN Selatan (Kalsel) adalah salah satu provinsi yang memiliki potensi sumber daya alam yang kaya dan corak kebudayaan yang beraneka ragam. Salah satui potensi itu, adalah banyaknya sungai-sungai besar dan kecil yang mengalir membelah daerah ini, Sungai Barito dan Sungai Martapura. Tak pelak, artis Dewi Persik pun terpesona oleh panorama dan kehidupan sungai ini.

Potensi sungai di Kalsel, bagi seorang artis dangdut Dewi Persik, seolah menyimpan aura tersembunyi dengan misteri dan keindahannya yang layak dinikmati
Itulah pengakuan polos yang diungkapkan Dewi Persik seusai mendampingi kuasa hukumnya, Hj Endah E Murnalita SH, yang menjadi Calon Anggota Legislatif DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 2 dari Partai Hanura Kalsel, menghadiri pembukaan lomba dayung tradisional di Desa Terantang, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Minggu (22/2).
”Jujur saya akui, saya memang suka petualangan. Melihat sungai di Kalimantan Selatan ini ada sesuatu yang bikin aku tertarik,” ujar si ‘Goyang Gergaji’ itu di sela-sela makan siang di Rumah Makan Soto Abang Amat di Jl Banua Anyar Banjarmasin.
Oleh sebab itulah, meski untuk mencapai Desa Terantang, Kecamatan Mandastana, bisa dicapai lewat darat, mantan istri Saiful Jamil yang datang bersama kekasihnya pesinetron Aldi Thaher itu lebih memilih naik speed boat, siang kemarin.
Dewi Persik benar-benar menikmati perjalanan sungainya, meski siang itu sinar matahari cukup menyengat. Baik selama perjalanan menuju lokasi lomba hingga kembali ke Soto Ayam Abang Amat tak henti-hentinya dia melambai-lambaikan tangannya ke warga yang berada di sepanjang sungai.
Barito Post yang cukup beruntung berada dalam satu speed boat bersama Dewi Persik, melihat betapa sang artis yang berada di lokasi lomba rela berpanas ria, bolak balik mendampingi Hj Endah E Murnalita SH yang disebutnya sang bunda, dan Ketua DPD Partai Hanura Kalsel H Aliansyah Effendy mengibarkan bendera start pada lomba yang diikuti 49 peserta itu.
Sesekali dia berteriak-teriak memberikan semangat kepada para peserta. Aldi Taher pun mengaku, pengalaman menyusuri sungai merupakan petualangan yang seru baginya.
Meski hari itu Dewi Persik tidak melantunkan suaranya, namun ribuan warga Batola, khususnya warga Desa Terantang, yang berjejer di pinggir sungai dan di atas jukung (perahu), merasa terhibur oleh keramahan dan kelincahan pedangdut yang baru-baru ini berduet dengan penyanyi pop Glenn Fredly lewat lagunya Hikayat Cinta itu

Sesekali, Dewi Persik menggoyangkan tubuhnya mengeluarkan jurus goyang gergajinya. Kesederhanaan pedangdut yang sering dicekal manggung dengan alasan goyangannya dianggap”keterlaluan” itu terlihat saat dia dengan lahap menyantap nasi bungkus dan wadai (kue) khas banjar yang dibeli “sang bunda” dari jukung pasar terapung. Menurutnya, kehidupan di sungai dengan jukung-jukung tradisional layak dilestarikan. Karena itulah, Dewi Persik mendukung lomba dayung tradisional yang digagas dan disponsori Hj Endah E Murnalita dan H Aliansyah Effendi itu. ”Lihatlah bagaimana negara Thailand mampu memanfaatkan potensi sungainya menjadi sebuah daya tarik wisata” ucapnya membandingkan.Bagi Dewi Persik, meski sungai di Kalsel ini “butek” atau berwarna coklat, namun aromanya wangi alias tak berbau. Suatu pernyataan yang polos dan tanpa bukti ilmiah. Namun, yang pasti pernyataan sang Dewi Persik setidaknya menjadi pemacu bagi kita untuk terus melestarikan sungai-sungai yang merupakan aset dan potensi daerah

.mr’s

DITERBITKAN 23-02-2009 

http://wartaputradayak.blogspot.com/